Menyantuni Anak Yatim Setara dengan Ibadah dan Larangan Syirik
Dalam surah An-Nisa ayat 36, Allah menyandingkan perintah berbuat baik kepada anak yatim dengan perintah beribadah dan larangan berbuat syirik.
Berbuat baik kepada anak yatim bukan sekadar amal sosial, melainkan bagian dari ibadah yang agung.
Karena itu, Allah mengancam orang-orang yang lalai dalam salat namun tidak peduli pada anak yatim dengan neraka Wail.
Fawailul lil musallin, celakalah orang yang salat, jika mereka tidak peduli pada anak yatim.
Ibadah tanpa kepedulian pada anak yatim kehilangan nilai hakikinya di sisi Allah.
Menyantuni Anak Yatim Menjadi Sebab Keselamatan di Padang Mahsyar
Surah Al-Insan ayat 8 hingga 11 mengisahkan orang-orang yang memberi makan kepada anak yatim, miskin, dan tawanan karena Allah.
Mereka melakukan itu semata-mata mengharap wajah Allah, bukan balasan atau ucapan terima kasih.Allah menjanjikan perlindungan dari kepayahan dahsyat di hari kiamat.
Di padang Mahsyar yang penuh ketakutan dan panas menyengat, wajah mereka berseri-seri dan gembira.
Tidak ada kepayahan yang menimpa mereka karena di dunia mereka selalu memberi makan kepada anak yatim.
Editor : DA SikumbangSumber : Masra Andalas

