SPBU Kubang Tutup, SPBU Lain Kewalahan! Antrean Panjang Mengular hingga Berjam jam

×

SPBU Kubang Tutup, SPBU Lain Kewalahan! Antrean Panjang Mengular hingga Berjam jam

Bagikan berita
SPBU Kubang Tutup, SPBU Lain Kewalahan! Antrean Panjang Mengular hingga Berjam jam
SPBU Kubang Tutup, SPBU Lain Kewalahan! Antrean Panjang Mengular hingga Berjam jam
DPC PJS Kota Bukittinggi

LUBUK BASUNG – Dampak ditutupnya SPBU DODO Reguler 14264574 milik PT Gunung Sago Prima di Jalan Diponegoro, Kubang, Jorong Surabayo, kian terasa. Tak hanya memicu kelangkaan BBM, kondisi ini juga menyebabkan lonjakan drastis konsumen di sejumlah SPBU terdekat.

Foto Anizur
Kelangkaan BBM di Kabupaten Agam memicu lonjakan konsumen di SPBU yang telah tersedia pasokan bahan bakar. Foto Anizur

Pantauan di lapangan, Senin (30/3/2026), ratusan kendaraan roda dua dan roda empat memadati sejumlah SPBU di berbagai titik. Antrean panjang bahkan mengular hingga ke badan jalan, memicu kemacetan serta keluhan pengguna jalan.

Kondisi serupa terlihat di SPBU Banda Gadang (Tanjung Mutiara) hingga Bawan (Ampek Nagari). Namun, situasi paling parah terjadi di SPBU Pandam Manggopoh dan SPBU Rabaa, Tanjung Raya.

Di SPBU Manggopoh, antrean panjang sudah terlihat sejak siang hari. Ironisnya, saat warga menunggu, pasokan BBM baru tiba di lokasi.

Sementara itu, pada malam hari di SPBU Rabaa, ratusan sepeda motor dan mobil tampak berjejer panjang, menunggu giliran untuk mengisi BBM.

“Sejak SPBU Kubang tutup, semua beralih ke sini. Antrean jadi sangat panjang, bisa berjam-jam,” ujar salah seorang pengendara.

Lonjakan konsumen ini tak lepas dari berhentinya operasional SPBU Kubang yang selama ini menjadi salah satu pusat distribusi BBM di Lubuk Basung. Penutupan tersebut terjadi akibat berakhirnya kontrak kerja sama dengan pihak Pertamina Patra Niaga yang belum diperpanjang karena kendala administrasi.

Akibatnya, beban distribusi BBM kini terpusat di SPBU lain di wilayah Agam. Kondisi ini membuat kapasitas pelayanan tidak lagi sebanding dengan jumlah konsumen yang datang.

Tak hanya antrean panjang, situasi ini juga memicu kekhawatiran akan potensi kelangkaan lanjutan. Bahkan, sebagian warga memilih membeli BBM dari pengecer dengan harga lebih tinggi demi menghindari antrean.

Selain itu, meningkatnya volume kendaraan di SPBU turut berdampak pada kelancaran lalu lintas. Sejumlah titik rawan macet mulai terlihat, terutama di akses masuk SPBU yang dipadati antrean kendaraan.

Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T
Bagikan

Berita Terkait
Terkini
PMI Bukittinggi