Allah menjadikan kepedulian terhadap anak yatim sebagai tolok ukur kemuliaan hidup. Simak 7 keutamaan menyantuni anak yatim berdasarkan Al-Qur'an dan hadis, dari kemuliaan dunia akhirat hingga bertetangga dengan Nabi di surga.
DALAM.surah Al-Fajr ayat 15 hingga 17, Allah mengoreksi kesalahan banyak manusia dalam memandang kemuliaan atau kehinaan hidup.
Manusia kerap mengira bahwa kemuliaan diukur dari banyaknya harta dan kemewahan dunia.
Sebaliknya, kesempitan hidup sering dianggap sebagai bentuk kehinaan dari Allah.
Padahal Allah menegaskan bahwa kemuliaan dan kehinaan sejati ditentukan oleh seberapa peduli seseorang terhadap anak yatim.
Seorang kaya yang tidak peduli pada anak yatim justru terhina di sisi Allah, sementara orang sederhana yang peduli pada anak yatim itulah yang dimuliakan.
7 Keutamaan Menyantuni Anak Yatim
| Keutamaan | Dalil | Balasan yang Dijanjikan |
|---|---|---|
| 1. Kemuliaan Dunia dan Akhirat | Al-Baqarah 220 | Fid dunya wal akhirah |
| 2. Setara dengan Ibadah dan Larangan Syirik | An-Nisa 36 | Disandingkan dengan perintah beribadah |
| 3. Keselamatan di Padang Mahsyar | Al-Insan 8-11 | Wajah cerah, terhindar dari kepayahan |
| 4. Terhindar dari Azab Paling Dahsyat | Al-Ma'un 4-5 | Selamat dari neraka Wail |
| 5. Bertetangga dengan Nabi di Surga | Hadis Riwayat Tirmizi | Bersama Nabi seperti dua jari |
| 6. Rezeki Berlipat dan Mustahil Terjadi | Ali Imran 37-39 | Seperti kisah Nabi Zakaria dan Maryam |
| 7. Rumah Menjadi Sebaik-baik Rumah | Hadis Ahmad dan Ibnu Majah | Rumah mulia karena anak yatim diperlakukan baik |
Kemuliaan Dunia dan Akhirat bagi Pengasuh Anak Yatim
Allah berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 220 bahwa mereka yang memperbaiki keadaan anak yatim akan dimuliakan di dunia dan akhirat.
Memperbaiki keadaan anak yatim tidak sekadar memberi bantuan sesaat, tetapi menjadikan hidup mereka lebih baik daripada ketika orang tua mereka masih hidup.Inilah makna islahun lahum khair yang dijanjikan Allah.
Kisah nyata seorang kepala rumah sakit di Muara Labu yang mengangkat anak yatim korban banjir bandang menjadi bukti nyata kemuliaan ini.
Anak yatim tersebut dirawat, disekolahkan, dan kehidupannya jauh lebih baik daripada ketika kedua orang tuanya masih hidup.
Editor : DA SikumbangSumber : Masra Andalas

