SOLOK - Pembangunan jembatan gantung di Nagari Saniangbaka, Kabupaten Solok resmi dimulai sebagai solusi atas akses warga yang terputus akibat banjir bandang November 2025.
Peletakan batu pertama dilakukan oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan bersama Bupati Solok Jon Firman Pandu pada Kamis kemaren
Jembatan gantung yang dibangun di kawasan Balai Panjang tersebut merupakan bantuan dari Persatuan Advokat Indonesia (PERADI).
Selain memulai pembangunan, PERADI juga menyerahkan bantuan dana sebesar Rp600 juta untuk mendukung percepatan proyek infrastruktur tersebut.
Bupati Solok Jon Firman Pandu menyampaikan bahwa jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat sebagai penghubung antar wilayah yang selama ini terisolasi.
"Jembatan gantung ini akan menjadi penghubung vital bagi masyarakat, sehingga akses yang selama ini sulit bisa terbuka," katanya, dikutip Jumat (3/4/2026).Keberadaan jembatan tersebut diharapkan mampu memperlancar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial masyarakat setempat.
Otto Hasibuan menyebut pembangunan jembatan ini merupakan bentuk komitmen PERADI dalam menjalankan peran sosial organisasi.
"Termasuk membantu pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat," ujarnya.
Pembangunan jembatan gantung Balai Panjang ditargetkan segera rampung agar dapat dimanfaatkan masyarakat serta mendorong peningkatan kesejahteraan dan konektivitas wilayah. (*)
Editor : Pariyadi Saputra

