LUBUK BASUNG - Penyaluran Bahan Bakar Minyak di Lubuk Basung, Kabupaten Agam, tetap berlangsung normal meskipun terjadi lonjakan antrean kendaraan di sejumlah SPBU akibat satu SPBU tidak beroperasi.
Peristiwa antrean panjang ini terjadi pada Senin (30/3/2026) setelah SPBU DODO Reguler 14.264.574 milik PT Gunung Sago Prima berhenti beroperasi sejak 23 Maret 2026 sehingga konsumen beralih ke SPBU lain.
Lonjakan kendaraan yang mengantre pun meningkat signifikan dibandingkan hari biasa karena terpusatnya pembelian pada SPBU yang masih aktif.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara memastikan distribusi energi kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik meskipun terjadi peningkatan permintaan.
Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan pihaknya langsung melakukan langkah antisipasi di lapangan.
"Sebagai langkah strategis, Pertamina melakukan penguatan suplai di SPBU 14.264.527 yang berlokasi paling dekat dengan SPBU yang tidak beroperasi untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa gangguan berarti," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (31/3/2026).Pertamina juga mengoptimalkan distribusi BBM dengan memperkuat ketersediaan stok di wilayah terdampak lonjakan antrean.
Saat ini ketersediaan produk gasoline di SPBU tersebut tercatat mencapai 19,6 kiloliter sementara produk gasoil tersedia sebanyak 8,6 kiloliter untuk melayani peningkatan konsumsi.
"Selain itu, Pertamina juga terus menjalin koordinasi intensif dengan pengelola SPBU yang mengalami kendala operasional agar aktivitas pelayanan dapat segera kembali normal," katanya.
Langkah koordinasi ini dilakukan agar distribusi BBM di kawasan Lubuk Basung kembali merata dan antrean dapat terurai.
Editor : Pariyadi Saputra

