Matahari. Makkah bersinar terik, namun tak mampu menyangga panasnya amarah yang mendidih di dada Umar bin Khattab. Otot-otot lehernya menegang menahan murka.
Di tangannya, sebilah pedang terhunus tajam, memantulkan kilat cahaya yang mengerikan. Langkah kakinya yang berat mengentak debu jalanan.
Hari itu, niatnya hanya satu. Dia bertekad untuk memenggal kepala Rasulullah dan mengakhiri dakwah yang dianggapnya telah memecah belah kaum Quraisy.
Umar Dihalangi dan Diberi Tahu Aib Keluarganya
Dalam perjalanan maut itu, seorang pria dari Bani Makhzum mencegahnya. Melihat raut wajah Umar yang beringas, pria itu bertanya ke mana arah tujuannya.
"Aku akan membunuh Muhammad!" Pria itu tersenyum sinis. Dia tahu Umar sedang kalap dan tidak sadar akan aib di keluarganya sendiri.
"Urus saja keluargamu dulu! Adik perempuan Fathimah dan suaminya telah memeluk agama Muhammad."Tabel Ringkasan Kisah Masuk Islamnya Umar
| Tahap | Peristiwa |
|---|---|
| 1 | Umar berniat membunuh Rasulullah dengan pedang terhunus |
| 2 | Dihalangi pria Bani Makhzum yang memberi tahu Islamnya Fathimah |
| 3 | Mendobrak rumah Fathimah, menganiaya Sa'id dan Fathimah |
| 4 | Keberanian Fathimah membuat Umar tersadar |
| 5 | Umar mencuci diri dan membaca Surat Thaha |
| 6 | Hatinya tersentuh, air mata menetes |
| 7 | Umar masuk Islam dan menjadi perisai Rasulullah |
Umar Mendobrak Pintu Rumah Fathimah
Langkah Umar terhenti. Urat lehernya makin menonjol. Darahnya serasa mendidih naik menembus ubun-ubun. Arah tujuannya seketika berbelok tajam menuju rumah sang adik.
Saat mendekati pintu rumah Fathimah, telinga Umar menangkap sebuah lantunan suara asing. Suara bacaan yang belum pernah ia dengar sebelumnya di seluruh penjuru jazirah Arab.
Dengan amarah yang memuncak, Umar mendobrak pintu itu hingga terbuka lebar. "Suara omong kosong apa yang baru saja aku dengar?!"
Fathimah dan Sa'id Dianiaya
Fathimah dan suaminya, Sa'id, pucat pasi. Khabbab bin Al-Aratt yang sedang mengajarkan Al-Qur'an kepada mereka buru-buru berlari bersembunyi di sudut ruangan yang gelap.
Editor : DA Sikumbang

