Ini tentang menjaga ruang demokrasi agar tetap hidup.
Karena ketika karya jurnalistik bisa dipidanakan tanpa mekanisme pers, maka kebebasan berbicara perlahan akan menyempit. Dan ketika ruang itu menyempit, demokrasi kehilangan napasnya.
Di situlah sesungguhnya ujian ini dimulai. (*) Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T