BUKITTINGGI — Berbagai permintaan dan harapan disampaikan warga RW. 02 dan RW. 03, Kelurahan Kayu Kubu, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi kepada Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Asril SE Angku Andaleh.
Bak gayung bersambut, harapan dan keinginan dari warga tersebut sangat sejalan dengan kegiatan reses perorangan yang dilakukan Politisi Partai Nasdem ini dalam rangka menjemput aspirasi langsung ke tengah masyarakat.
Menariknya, reses oleh mantan anggota DPRD Kota Bukittinggi dua periode di sebuah lapangan di daerah RT. 1, Jumat (6/2/2026), rupanya berada di depan rumah kelahiran Wakil Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Zulhamdi Nova Chandra IB Amd Pangulu Alam.
Di daerah tersebut merupakan kampung dari Zulhamdi Nova Candra, yang akrab disapa Pangulu, dan merupakan tokoh ke banggaan warga setempat. Ia telah dipercaya duduk di DPRD Bukittinggi sudah dua kali periode. Maju bersama Partai Nasdem hingga mengantarkan dirinya sebagai Ketua DPD Partai Nasdem Kota Bukittinggi menandakan ia sosok yang sangat dibanggakan warga.
Paling tidak hal tersebut dapat dilihat dari antusias warga yang hadir dalam reses Asril SE yang satu partai dengannya tersebut. Bagi Asril SE sendiri, kehadiran massa yang memadati tenda acara jelas kebanggaan lantaran maksud menampung aspirasi dari masyarakat akan terealisasi.
Zulhamdi Nova Chandra di acara reses didaulat sebagai moderator ini tampaknya memanfaatkan kesempatan dengan baik. Ia hadir tak sekedar anggota DPRD Kota Bukittinggi, tapi lebih sebagai warga yang sangat dekat dengan masyarakat.Di bawah panduan Pangulu ini, harapan dan keinginan warga disampaikan diantaranya minta pemasangan CCTV, menyangkut BPJS atau Jamsostek bagi relawan di wilayah Kayu Kubu yang rawan bencana, penebangan pohon di sekitar Dinas Perhubungan.
Selain itu juga mengharapkan pembentukan koperasi. Pelatihan UMKM bagi para tenaga kerja, perbaikan pagar di kopel panorama yang telah mulai retak serta keresahan dilakukan “kera” di pemukiman warga di daerah itu.
Menanggapi atas permintaan dan harapan dari warga tersebut, Asril yang merupakan putra kelahiran Ipuh Mandiangin Kota Bukittinggi ini menyampaikan akan memperjuangkan keinginan warga supaya dapat terealisasi.
“Insya Allah, saya berupaya untuk bisa meneruskannya ke pemerintah provinsi dan merealisasikan keinginan warga. Sepanjang tak bertentangan dengan aturan, semoga semuanya akan dapat direalisasikan,” ujarnya. (*)
Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T