KOPI BULANGO kian menunjukkan eksistensinya di tengah serbuan “kopi modern dan multi nasional” di tenggorokan para penikmat kopi di tanah air.
Kopi Bulango tak sekadar kopi, meskipun merek sebuah kopi lokal dari Bukittinggi, Sumatera Barat, namun telah mampu menembus pasar nasional dan regional.
Kopi ini menonjolkan proses pengolahan yang tradisional dengan menggunakan wadah tanah liat (“bulango”) untuk menghasilkan cita rasa otentik dan khas.
Selama ini penikmat kopi sering mendengar sebuah slogan di dunia perkopian yaitu “jika ingin menikmati kopi, jangan ditambahkan gula”.
Nah hal inilah yang menjadi nilai lebih Kopi Bulango, dimana kopi ini lebih terasa rasanya jika dinikmati tanpa gula.
Ada yang berbeda dengan kopi lainnya, dimana Kopi Bulango hadir dengan konsep ramah lingkungan dan mendukung UMKM lokal.”Dengan konsep tersebut, menjadikan Kopi Bulango sebagai ikon potensial pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Bukittinggi ,” ucap Asril SE selaku penggagas hadirnya Kopi Bulango di pasar UMKM Kota Bukittinggi dan juga Sumatera Barat.
Hal lainnya yang selalu disuarakan oleh anggota Komisi III DPRD Sumbar ini, dimana Kopi Bulango adalah sebuah gaya hidup yang selaras dengan alam.
”Kenapa selaras dengan alam, karena kami memanfaatkan perkebunan lokal dan melibatkan komunitas UMKM,” imbuhnya serius.
Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T