Di tahun ajaran 2023/2024, Bang Wako dalam programnya, kembali menerapkan muatan lokal bagi pelajar SD dan SMP Negeri.Lima muatan lokal tersebut, BAM, Aqidah Akhlak, Fiqih, Bahasa Arab dan sejarah Islam.
Untuk memberikan materi muatan lokal khusus Budaya Adat Minangkabau (BAM), Pemko Bukittinggi berkolaborasi dengan Niniak Mamak, Tokoh Adat dan Bundo Kanduang.Para pelajar diberikan materi tentang adat budaya Minangkabau, seperti, Kato Nan Ampek, Sumbang Duo Baleh, dan panitahan.
Pemko juga tengah upayakan bagaimana setiap sekolah swasta di Bukittinggi juga terapkan muatan lokal ini.Dimana, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) sedang upayakan itu, dengan mengurus data pokok pendidikan (dapodik) ke Kementrian.
Penambahan lima muatan lokal ini, pada prinsipnya diberikan untuk membekali generasi muda dengan adat dan agama, sekaligus untuk melestarikan kearifan lokal, yang tentunya akan bermanfat pada diri mereka dalam menghadapi masa depan.Sedangkan untuk pelajar SMA Negeri sederajat, Bukittinggi di kepemimpinan Bang Wako telah melahirkan program bantuan iuran komite bagi pelajar di kota itu.
Bang Wako melalui kebijakannya di penggunaan anggaran APBD Kota Bukittinggi 2024, uang untuk subsidi iuran komite pelajar SMA Negeri sederajat mencapai Rp9,5 miliar.“Dana tersebut disalurkan melalui Bantuan Keuangan khusus (BKK) ke Pemprov Sumbar,” ujar Bang Wako kepada wartawan baru-baru ini.
Bang Wako mengatakan, pemerintah harus tetap hadir di tengah masyarakat, untuk membantu biaya pendidikan para pelajar.Untuk sekolah swasata, kata Bang Wako, Pemko Bukittinggi tetap bantu iuran komite melalui dana hibah.
Bang Wako menyampaikan, dengan dana itu, dapat membantu subsidi iuran komite untuk 5.369 pelajar di SMA negeri.“Dana itu, juga dapat dimanfaatkan untuk membayar honor guru non PNS di setiap sekolah dan THR mereka,” tutur Bang Wako.Sementara itu, program Universal Health Coverge (UHC) di Provinsi Sumatra Barat di tahun 2023. Dari target yang ditetapkan di Sumbar pada angka 95 persen, Kota Bukittinggi telah mencapai angka 97,08 persen warga, sudah tedaftar sebagai peserta JKN pada BPJS Kesehatan.Bang Wako, menyampaikan, kepedulian pemerintah kota di bidang kesehatan, memang menjadi salah satu program prioritas. Salah satu upaya dilakukan dengan membantu warga dalam membayar iuran peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), meringankan beban masyarakat untuk mendapatkan hak mereka dalam pelayanan kesehatan.
Sejak awal 2023, tercatat 95 persen warga Bukittinggi sudah terdaftar sebagai peserta JKN. Hingga akhir 2023, terus terjadi peningkatan, sehingga 97,08 warga Bukittinggi sudah menjadi peserta JKN.Saat ini 134.412 warga Bukittinggi, sudah memiliki jaminan kesehatan nasional. Dari jumlah itu, 25.685 iuran kepesertaannya dibayarkan Pemko Bukittinggi dengan anggaran Rp10 miliar lebih, melalui program Bukittinggi Hebat dan Jaminan Kesehatan Sumbar Sakato. Ini membuktikan bahwa cakupan pelayanan kesehatan di Bukittinggi terus meningkat, bahkan tertinggi dan terbaik di Sumatra Barat.
Selain itu, Bang Wako terus memperhatikan keselamatan warga kota. Tidak tanggung tanggung, selama 2023 ini, sebanyak 2918 warga kota, mendapatkan jaminan kematian dan kecelakaan kerja, kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan.Pemko bersama DPRD Bukittinggi menganggarkan dana, untuk pembayaran iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), bagi pekerja yang memiliki penghasilan di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2023 dan atau terdaftar pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Editor : Mangindo Kayo

