OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga di Tengah Gejolak Global dan Tekanan Energi

×

OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga di Tengah Gejolak Global dan Tekanan Energi

Bagikan berita
Dok. OJK
Dok. OJK
DPC PJS Kota Bukittinggi

Pasar saham domestik mengalami tekanan dengan indeks harga saham gabungan ditutup di level 7.048,22 atau terkoreksi 14,42 persen secara bulanan dan 18,49 persen sejak awal tahun.

Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih sebesar Rp23,34 triliun di pasar saham seiring meningkatnya ketidakpastian global.

Di sektor perbankan, kredit tumbuh 9,37 persen secara tahunan menjadi Rp8.559 triliun dengan kualitas kredit tetap terjaga dan rasio NPL gross sebesar 2,17 persen.

Likuiditas perbankan juga dinilai memadai dengan rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga berada di atas ambang batas yang ditetapkan regulator.

Sektor asuransi mencatat pertumbuhan aset sebesar 6,80 persen secara tahunan menjadi Rp1.219,35 triliun, sementara dana pensiun tumbuh 12,52 persen menjadi Rp1.700,93 triliun.

Di sektor pembiayaan, piutang perusahaan pembiayaan tumbuh 1,01 persen secara tahunan dengan profil risiko tetap terkendali.

Jumlah investor pasar modal terus meningkat dengan tambahan 1,78 juta investor baru sepanjang Maret 2026 sehingga total mencapai 24,74 juta investor.

OJK juga mencatat penguatan di sektor keuangan digital dengan jumlah konsumen aset kripto mencapai 21,07 juta meski nilai transaksi mengalami penurunan.

“Kepercayaan konsumen terhadap ekosistem aset keuangan digital masih terjaga baik,” tulis OJK.

Dalam aspek perlindungan konsumen, OJK menerima 147.310 layanan termasuk 21.143 pengaduan sepanjang awal 2026 dengan tingkat penyelesaian mencapai 76,82 persen.

Editor : Pariyadi Saputra
Bagikan

Berita Terkait
Terkini
PMI Bukittinggi