"Nah, PMI memakai istilah sendiri yaitu Rumah Tumbuh karena rumah tersebut didirikan di atas tanah milik warga itu sendiri," ucapnya beralasan.
Serah terima rumah tumbuh dari PMI ke Aulia Rahmi itu sendiri, selain dihadiri oleh ketua PMI Kota Bukittinggi dan jajaran, juga dihadiri oleh Aim Zein sebagai perwakilan PMI Sumatera Barat.
Sementara dari PMI Jakarta Selatan dihadiri oleh ketuanya, Mundari dan Salahudin yang menjabat sebagai Kabag Kesra, mewakili Pemko Jaksel.
Ketua PMI Jakarta Selatan kepada wartawan media ini menyebutkan, komunikasi efektif yang dibangun oleh ketua PMI Kota Bukittinggi membuka jalan pada Pemko Jaksel untuk berkontribusi membangun rumah tumbuh di Malalak.
"Alhamdulillah, kami dari PMI Kota Jakarta Selatan bisa terlibat dalam pembangunan rumah tumbuh di sini, semoga apa yang dihadirkan bisa meringankan beban masyarakat yang menjadi korban bencana beberapa waktu lalu," kata Mundari.
Sementara itu Walikota Jakarta Selatan yang diwakili Kabag Kesra, Salahudin menambahkan bahwa terlibatnya Pemko Jakarta Selatan dalam pembangunan rumah tumbuh di Malalak adalah sebuah bentuk kepedulian dan juga terima kasih Pemko Jaksel pada masyarakat Minang.
"Apa yang kami berikan belum sebanding dengan kontribusi masyarakat Minang dalam membangun Jakarta Selatan. Karenanya, terimalah apa yang bisa kami berikan ini dengan lapang hati," ucapnya serius.Apa yang dikatakan Salahudin tidaklah salah satu berlebihan, sebab jumlah perantauan Minang di Jakarta memang dominan di Jakarta Selatan.
Mulai dari Jagakarsa, Lenteng Agung, Pasar Minggu, Mampang Prapatan, Blok M, Kebayoran hingga ke Petukangan.
Aulia Rahmi yang didaulat sebagai penerima rumah pertama, tak banyak berkata-kata.
Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T