JAKARTA. - Apresiasi tinggi patut diberikan pada PMI Kota Bukittinggi. Meski berada jauh di Ranahminang, namun bisa membangun kolaborasi apik dengan PMI Jakarta Selatan plus Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan.
Hasilnya adalah kehadiran rumah tumbuh sebanyak 15 unit untuk korban bencana hidrometeorologi di Jorong Toboh, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam akhir November lalu.
Ketua PMI Kota Bukittinggi, H Chairunnas SE yang menginisiasi pembangunan rumah tumbuh berukuran 4x6 m dengan dua kamar tidur, ruang keluarga, dapur dan kamar mandi tersebut, mengatakan hadirnya rumah tumbuh di bekas rumah masyarakat itu sendiri adalah karena support penuh dari Pemko Jaksel.
"Alhamdulillah, komunikasi intensif antara PMI Kota Bukittinggi, PMI Sumbar dan PMI Jaksel dengan support penuh Pemko Jaksel," ucapnya perlahan.
Disebutkan, dari 15 unit rumah tumbuh yang direncanakan, Selasa (10/2) baru satu unit yang diserahterimakan.
"Tadi telah diserahterimakan satu unit rumah tumbuh kepada Ibu Aulia Rahmi. Insyaallah yang lain segera menyusul," jelasnya.Terkait peruntukan 14 rumah lainnya kata H Chairunnas sudah ada pemiliknya yaitu : Husni Khairiyah, Ira Elfiana, Nurhasanah, Edrinal, Asna, Tasman, Asneti, Erizal, Afrizal Ariandi dan Madiar.
"Semuanya warga Jorong Toboh, Nagari Malalak," rincinya.
Selanjutnya diperuntukkan untuk Wirda warga Jorong Toboh Atas, M Nasir di Jorong Subarang Pakan Usang, Rajudin dan Elfi Hayati, keduanya warga Jorong Limo Badak .
Terkait penamaan rumah bantuan yang berbeda dengan kebanyakan, H Chairunnas beralasan. Pemerintah menggunakan istilah Rumah Tetap, kalau BNPB dengan istilah Hunian Sementara.
Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T