Tangkal Dengue dengan Pendekatan Terintegrasi: Lingkungan, Vektor, dan Manusia

×

Tangkal Dengue dengan Pendekatan Terintegrasi: Lingkungan, Vektor, dan Manusia

Bagikan berita
Tangkal Dengue dengan Pendekatan Terintegrasi: Lingkungan, Vektor, dan Manusia
Tangkal Dengue dengan Pendekatan Terintegrasi: Lingkungan, Vektor, dan Manusia

Integrasi Lingkungan, Vektor, dan Manusia

Melengkapi pilar tersebut, Direktur Penyakit Menular, Prima Yosephine, menekankan pentingnya integrasi dalam pelaksanaan di lapangan. Menurutnya, pencegahan tidak boleh hanya fokus pada satu aspek.

"Kita harus mengontrol lingkungannya, vektor nyamuknya, dan manusianya melalui vaksin. Ketiganya harus jalan bersamaan secara komprehensif. Jangan sampai kita bicara vaksin tapi lingkungannya dibiarkan kumuh," tegas Prima.

Terkait inovasi, pemerintah berkomitmen melanjutkan program nyamuk ber-Wolbachia yang saat ini berjalan di lima kota. Evaluasi dari wilayah ini akan menjadi sasaran untuk perluasan secara bertahap ke 20 hingga 100 kota di masa depan. Sedangkan untuk vaksinasi, Kemenkes terus mendorong komitmen pemerintah daerah untuk mulai mengadopsi vaksin dengue secara mandiri di wilayah masing-masing.

Kolaborasi ASEAN dan Tantangan Daerah

Strategi 4 pilar ini juga menjadi bahan diskusi dalam forum regional ini yang melibatkan negara-negara ASEAN. Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Asnawi Abdullah, menyebut kolaborasi antarnegara sangat penting mengingat dengue adalah masalah kesehatan masyarakat yang melintasi batas negara.

Namun, tantangan terbesar tetap ada pada sinergi di dalam negeri. Ketua KOBAR (Fight Dengue Joint Coalition), Suir Syam mengingatkan bahwa peran pemerintah daerah dan masyarakat sangat krusial.

"Mengingat angka kesakitan di Indonesia masih tinggi, tidak mungkin pemerintah pusat bekerja sendiri. Masyarakat dan pemerintah daerah harus bergerak bersama untuk mencegah dengue sejak dari sumbernya," pungkas dr. Suir Syam. (*)

Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T
Bagikan

Berita Terkait
Terkini