Ia juga memberi contoh dengan mengubah kebiasaan pribadinya. Jika biasanya menggunakan mobil dinas, kali ini ia memilih menggunakan sepeda motor untuk datang ke kantor sebagai bentuk komitmen awal.
Lebih lanjut, Rida mengingatkan bahwa kemampuan membeli bahan bakar bukan menjadi alasan untuk boros energi.
Ia menekankan bahwa arahan pemerintah pusat bukan sekadar penghematan biaya, melainkan penggunaan energi secara bijak dan sesuai kebutuhan.
“Mungkin kita punya uang untuk mengisi BBM, tapi bukan itu maksud negara. Presiden meminta kita menggunakan energi seperlunya,” ucapnya.
Selain sektor transportasi, ia turut mengingatkan efisiensi penggunaan listrik di lingkungan perkantoran.
ASN diminta menggunakan pendingin ruangan, lampu, dan peralatan listrik lainnya secara bijak serta mematikan perangkat saat tidak digunakan.
“Kalau belum terasa panas, tidak perlu langsung menyalakan AC. Pagi hari udara masih sejuk. Lampu dan peralatan lain juga dimatikan jika tidak dipakai, dan saat pulang pastikan semuanya sudah dipadamkan,” katanya.Rida menilai, pemborosan energi kerap tidak terasa jika dilakukan secara individu, namun akan berdampak besar jika terjadi secara kolektif di seluruh instansi.
“Kalau satu dua mungkin tidak terasa, tapi kalau semuanya, berapa banyak daya yang terbuang sia-sia,” ujarnya.
Ia berharap, gerakan hemat energi ini dapat menjadi kebiasaan baru di kalangan ASN. Ke depan, Pemko Payakumbuh juga berencana menggelar kegiatan bersepeda bersama ke kantor sebagai bentuk kampanye, sambil menunggu arahan lanjutan dari Wali Kota Payakumbuh. (*)
Editor : Irfan Taufik, S. TP

