"Tak mudah untuk menjadi ketua PMI Kota Bukittinggi, apalagi dengan standar tinggi yang telah ditancapkan oleh H Chairunnas," tambahnya.
Meski menyadari mengemban amanah sebagai ketua PMI Kota Bukittinggi bukanlah tugas yang mudah, namun Rang Banto Laweh ini siap menjalankannya.
"Kalau amanah diberikan, saya pastikan siap untuk meneruskan kepemimpinan H Chairunnas," katanya menambahkan.
Apa yang dikatakan Zulhamdi bukan sebuah hal yang mengada-ada, sebab tidak bisa kita pungkiri, prestasi PMI Kota Bukittinggi dalam penanggulangan bencana yang berada di luar Kota Bukittinggi seperti bencana gempa besar di NTB Lombok dan Sumbawa.
Bahkan saat terjadi gempa bumi di Pasaman Barat, PMI Kota Bukittinggi selama 2 bulan membuka dapur umum di sana .
Selain itu, di bawah komando H Chairunnas, PMI Kota Bukittinggi juga membangun 16 unit rumah hunian sementara untuk masyarakat Jorong Malampah di Kabupaten Pasaman.
Kontribusi PMI Kota Bukittinggi lainnya adalah terlibat dalam penanganan bencana longsor Bukik Batabuah Kabupaten Agam.Di kawasan Agam Timur tersebut, 30 Hari PMI kota Bukittinggi membuka Posko layanan utk Masyarakat serta menyalurkan bantuan dengan nilai Rp 800.000.000 lebih kepada masyarakat terdampak.
Musibah hidrometeorologi di penghujung November lalu, PMI kota Bukittinggi ditunjuk oleh PMI Propinsi Sumbar untuk membantu masyarakat di Jorong Toboh Kecamatan Malalak Kabupaten Agam agar pulih kembali.
Tidak bisa dipungkiri, masyarakat kota Bukittinggi menerima manfaat langsung dari Program Layanan Prima 24 Jam GRATIS seperti Layanan mobil Ambulan, Layanan Ambulan Jenazah dan Layanan lainnya khusus utk masyarakat yang KTP Bukittinggi.
Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T