Kendala BBM Teratasi, 49 Alat Berat Kembali Tangani Bencana di Agam

×

Kendala BBM Teratasi, 49 Alat Berat Kembali Tangani Bencana di Agam

Bagikan berita
Kendala BBM Teratasi, 49 Alat Berat Kembali Tangani Bencana di Agam
Kendala BBM Teratasi, 49 Alat Berat Kembali Tangani Bencana di Agam

KABUPATEN AGAM -- Puluhan alat berat yang sempat terhenti akibat persoalan bahan bakar minyak (BBM) kini kembali dikerahkan untuk menangani dampak banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Alat berat saat membersihkan material bencana. Foto Anizur
Alat berat saat membersihkan material bencana. Foto Anizur

Kendala BBM disebut sudah teratasi meski operasional kini menggunakan BBM non-subsidi jenis dexlite.

Kepala Pelaksana BPBD Agam Rahmad Lasmono memastikan aktivitas penanganan bencana kembali berjalan normal.

Alat berat tengah membersihkan material longsor. Foto Anizur
Alat berat tengah membersihkan material longsor. Foto Anizur

“Alat berat sudah kembali bekerja. Saat ini tidak ada kendala, meskipun kita menggunakan BBM dexlite,” kata Rahmad, Rabu (14/1/2026).

Sebelumnya, sejumlah alat berat terpaksa menganggur setelah dispensasi penggunaan biosolar dicabut. Hal itu terjadi seiring berakhirnya masa tanggap darurat dan masuknya fase transisi pemulihan sejak 6 Januari 2026.

Kondisi tersebut membuat alat berat tak lagi bisa mengisi BBM bersubsidi.

Rahmad mengakui penggunaan dexlite berdampak pada meningkatnya biaya operasional. Namun, ia menegaskan langkah tersebut tak bisa dihindari.

“Penanganan bencana tidak boleh berhenti. Walaupun mahal, BBM tetap harus dibeli demi keselamatan masyarakat dan percepatan pemulihan,” tegasnya.

Saat ini, sebanyak 49 unit ekskavator dikerahkan di sejumlah wilayah terdampak, seperti Kecamatan Palembayan, Palupuh, Malalak, dan Tanjung Raya. Alat berat tersebut berasal dari Pemkab Agam, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, TNI, BUMN, hingga bantuan masyarakat.

Meski demikian, jumlah tersebut masih belum memenuhi kebutuhan ideal. Pemerintah Kabupaten Agam memperkirakan penanganan material longsor, banjir bandang, serta normalisasi sungai membutuhkan sedikitnya 63 unit ekskavator di empat kecamatan terdampak.

Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T
Bagikan

Berita Terkait
Terkini