KABUPATEN AGAM - Bupati Agam Benni Warlis kembali melakukan perombakan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Agam. Sebanyak 40 aparatur sipil negara (ASN) diangkat dan dimutasi dalam jabatan administrator dan pengawas.
Rotasi tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Agam Nomor 800.1.3.3/187/BKPSDM/2026 tertanggal 27 Februari 2026.
Sebanyak 40 pejabat Administrator dan Pengawas itu kemudian dilantik dan diambil sumpahnya di Masjid Agung Nurul Falah, Senin (2/3/2026).
Pelantikan dipimpin Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal. Dari total pejabat yang dilantik, 30 orang merupakan Administrator (Eselon III) dan 10 orang Pengawas (Eselon IV).
Sejumlah nama menempati posisi strategis di Sekretariat Daerah dan OPD. Lenggo Apri Yanti dipercaya sebagai Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Agam. Widya Putri Nanda kini menjabat Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan Setda Agam. Muhd Arnis ditunjuk sebagai Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan.
Di tingkat kecamatan, terjadi pergeseran posisi camat. Endrisasman dilantik menjadi Camat Pelembayan. Susi Karmila As bergeser dari Camat Sungai Pua menjadi Camat Banuhampu. Syahrul Hamidi kini menjabat Camat Sungai Pua, sementara Ridwan dipercaya memimpin Kecamatan Canduang.Rotasi juga menyentuh sejumlah dinas teknis. Aslim kini menjabat Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Asrina Yanti dipercaya sebagai Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup.
Yang cukup mengejutkan, Gani Basya yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (Eselon IIIb) harus bergeser menjadi Kepala Bidang Lalu Lintas di Dinas Perhubungan (Eselon IIIb). Pergeseran ini dinilai cukup mencolok karena berpindah dari sektor infrastruktur jalan ke urusan lalu lintas dan transportasi.
Dalam arahannya, Muhammad Iqbal menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar rotasi administratif, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada pimpinan dan masyarakat, tetapi juga kepada Allah SWT.
Ia menekankan pentingnya integritas, profesionalisme, serta kehati-hatian dalam pengelolaan anggaran dan pelaksanaan program. Momentum Ramadan, katanya, harus menjadi penguat nilai kejujuran dan disiplin ASN.
Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T

