KABUPATEN AGAM – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Agam hingga 13 April 2026 menunjukkan capaian menggembirakan. Angkanya telah menembus Rp57 miliar atau setara 26,24 persen dari target tahunan. Capaian ini bahkan melampaui target triwulan I yang ditetapkan sebesar 25 persen.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Agam, Helton, S.H., M.Si., mengatakan, hasil ini menjadi indikator positif bahwa pengelolaan potensi daerah berjalan optimal.
“Pada periode 13 April tahun ini, PAD Kabupaten Agam mencapai 26,24 persen. Ini menunjukkan bahwa capaian tersebut telah melampaui target triwulan I sebesar 25 persen. Artinya, potensi daerah dikelola secara optimal sehingga mendukung pembangunan dan pelayanan,” ujar Helton saat diwawancarai, Kamis (16/4/2026).
Ia menjelaskan, PAD atau pendapatan asli daerah merupakan pemasukan yang bersumber dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil usaha daerah, serta pendapatan sah lainnya. Dana tersebut menjadi tulang punggung pembiayaan pembangunan di daerah.
“PAD digunakan untuk pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, hingga kegiatan sosial. Jadi, setiap rupiah yang kita kontribusikan akan kembali lagi untuk pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Menurut Helton, tingginya capaian ini juga tidak lepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak daerah.“Dan hebatnya, masyarakat Kabupaten Agam memiliki kesadaran yang tinggi untuk membayar pajak daerah. Ini tentu menjadi kekuatan besar bagi kami dalam meningkatkan PAD ke depan,” tambahnya.
Selain itu, Bapenda Agam terus melakukan berbagai upaya strategis seperti digitalisasi pembayaran, intensifikasi penagihan, serta penguatan pengawasan terhadap potensi kebocoran pendapatan.
Dengan tren positif di awal tahun ini, Pemerintah Kabupaten Agam optimistis target PAD tahun 2026 dapat tercapai, bahkan berpeluang terlampaui. Capaian ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat. (*)
Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T

