KABUPATEN AGAM – Kabar baik datang untuk para petani di Kabupaten Agam. Pemerintah Kabupaten Agam mendapat kucuran dana sebesar Rp28,3 miliar dari Kementerian Pertanian. Dana itu dipakai untuk memperbaiki lahan dan infrastruktur pertanian yang rusak akibat bencana hidrometeorologi.
Bupati Agam, Benni Warlis, mengatakan bantuan tersebut merupakan tahap pertama untuk tahun 2026. Dana itu akan difokuskan untuk mempercepat pemulihan sawah dan jaringan irigasi di 16 kecamatan yang terdampak banjir bandang, longsor, dan banjir pada akhir November 2025.
“Alhamdulillah, setelah kita lakukan konsultasi dan koordinasi dengan Kementerian Pertanian, Agam mendapat alokasi Rp28,3 miliar. Ini untuk percepatan pemulihan lahan dan infrastruktur pertanian,” ujar Benni, Minggu (1/3/2026) di Lubuk Basung.
Menurutnya, bencana beberapa waktu lalu menyebabkan sekitar 1.604 hektare lahan pertanian mengalami kerusakan berat. Banyak sawah tertimbun material longsor dan saluran irigasi terputus. Akibatnya, petani tidak bisa mengolah lahan seperti biasa.
Benni menegaskan, sektor pertanian menjadi prioritas utama dalam pemulihan pascabencana. Sebab, pertanian menyangkut langsung kebutuhan pangan dan sumber penghasilan masyarakat.
“Kita ingin sawah-sawah yang terdampak segera kembali produktif. Dengan dana ini, 1.604 hektare lahan bisa kita pulihkan dan dimanfaatkan lagi,” tegasnya.Ia juga berharap kelompok tani dapat memanfaatkan bantuan tersebut secara maksimal. Dengan begitu, produksi pertanian meningkat dan ekonomi petani bisa kembali stabil.
Pemkab Agam optimistis, dukungan anggaran dari pemerintah pusat ini menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali sektor pertanian yang sempat terpukul akibat bencana. (*)
Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T

