Sekali Salah, Lupa Seribu Jasa, Saatnya Bijak Menilai Damkar

Foto Anizur Zoebir Tanjung
×

Sekali Salah, Lupa Seribu Jasa, Saatnya Bijak Menilai Damkar

Bagikan opini
Ilustrasi Sekali Salah, Lupa Seribu Jasa, Saatnya Bijak Menilai Damkar
DPC PJS Kota Bukittinggi

Insiden kehabisan BBM yang dialami armada Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Agam dalam perjalanan menuju lokasi kebakaran di Jorong Ateh, Nagari Koto Gadang, Kecamatan Tanjung Raya, Kamis (2/4/2026), memang menyisakan luka. Satu unit rumah dan satu mobil hangus dilalap api, bahkan dilaporkan ada korban luka.

Namun, di tengah derasnya hujatan dari netizen, muncul satu pertanyaan penting yaitu apakah adil menilai kinerja Damkar hanya dari satu kejadian?

Pepatah Minangkabau mengatakan, “dek hujan sahari, ilang paneh satahun.” Panas setahun hilang oleh hujan sehari. Begitulah yang kini dirasakan Damkar Agam, dedikasi panjang yang seolah terhapus oleh satu insiden.

Padahal, di balik kejadian ini, ada realita yang sering luput dari perhatian publik. Petugas Damkar bukan hanya berjibaku dengan api. Dalam keseharian, mereka menjalankan berbagai tugas yang jauh melampaui fungsi utama pemadam kebakaran.

Mulai dari evakuasi kejadian-kejadian unik seperti melepas cincin yang tersangkut di jari, membuka pintu kendaraan/rumah yang terkunci. Mereka juga rutin menangani hewan liar seperti ular, biawak, hingga sarang tawon berbahaya di tengah pemukiman warga.

Tidak jarang pula, Damkar harus menghadapi laporan palsu (prank) hingga menerima curhat warga yang sedang dalam kondisi tertekan. Bahkan, dalam kondisi darurat, mereka ikut membantu evakuasi medis yang membutuhkan peralatan teknis khusus.

Semua itu dilakukan tanpa pamrih, dengan satu semboyan yang terus dipegang teguh: “Pantang Pulang Sebelum Padam.”

Ironisnya, layanan yang begitu luas ini mayoritas diberikan secara gratis kepada masyarakat.

Tentu, kejadian kehabisan BBM ini tidak bisa dianggap sepele. Ini adalah evaluasi serius yang harus segera dibenahi. Namun, menyudutkan dan menghujat tanpa melihat keseluruhan pengabdian jelas bukan sikap yang bijak.

Pemerintah Kabupaten Agam pun bergerak cepat. Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis Dt Tan Batuah, langsung turun tangan mengecek kondisi armada dan kesiapan personel di Posko Damkar Lubuk Basung, Jumat (3/4/2026).

Bagikan

Opini lainnya
Terkini
PMI Bukittinggi