Posko Layanan Kesehatan PMI Bukittinggi Tangani 52 Pengunjung Selama 16 Hari Beroperasi

×

Posko Layanan Kesehatan PMI Bukittinggi Tangani 52 Pengunjung Selama 16 Hari Beroperasi

Bagikan berita
Posko Layanan Kesehatan PMI Bukittinggi Tangani 52 Pengunjung Selama 16 Hari Beroperasi
Posko Layanan Kesehatan PMI Bukittinggi Tangani 52 Pengunjung Selama 16 Hari Beroperasi
DPC PJS Kota Bukittinggi

BUKITTINGGI - Beroperasi dari tanggal 13 Maret 2026 hingga 29 Maret 2026 atau seminggu sebelum lebaran hingga seminggu pasca lebaran, PMI Kota Bukittinggi mendapatkan apresiasi yang cukup besar dari masyarakat yang mengunjungi Kota Bukittinggi.

‎"Selama dua minggu itu, masyarakat yang kami layani tercatat sebanyak 52 orang dari empat pos yang kami operasikan," kata ketua PMI Kota Bukittinggi, H Chairunnas.

‎Jumlah itu menurut pria yang akrab disapa Pak Haji ini, belum termasuk jumlah masyarakat yang hanya minta diukur tensi dan ibu menyusui yang memanfaatkan ruangan khusus.

‎Secara khusus ketua PMI Kota Bukittinggi yang didampingi kepala UDD PMI Kota Bukittinggi, dr Herijon M Kes merinci, layanan kesehatan di posko utama Jam Gadang diberikan pada 41 orang. Sementara pos pelayanan di Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan pada 11 orang. Akan halnya pos layanan kesehatan di Terminal Aur Kuning dan Panorama Lobang Jepang nihil.

‎"Untuk posko utama Jam Gadang, layanan kesehatan diberikan pada 17 orang laki-laki dan 24 orang wanita. Sementara untuk pos layanan di TMBK diberikan pada 4 orang pengunjung laki-laki dan 7 pengunjung perempuan," urainya.

‎Diantara layanan kesehatan yang diberikan kata Chairunnas, mulai dari pusing, diare, sakit kepala hingga luka gores.

‎Posko yang didirikan PMI Kota Bukittinggi itu menurut H Chairunnas, khusus sebagai lokasi layanan kesehatan untuk membantu pengunjung yang berwisata ke Kota Bukittinggi.

‎Terkait kegiatan donor darah, sepanjang Bulan Ramadhan permintaan dari rumah sakit menurun begitu juga dengan pendonor sukarela.

‎"Pendonor selama bulan Ramadhan, biasa yang mendonorkan darahnya secara sukarela biasa sesudah shalat tarwih," jelasnya.

‎Menurutnya, jarang sekali pendonor pada siang hari melakukan kegiatan itu demi menjaga kondisi pendonor itu sendiri.

Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T
Bagikan

Berita Terkait
Terkini
PMI Bukittinggi