Perjalanan Terakhir di Khartank
Beliau kemudian bergerak menuju kota Samarkand. Namun, beliau tidak masuk ke pusat kota, melainkan menuju sebuah desa bernama Khartank untuk menginap di rumah kerabatnya, didampingi oleh Ibrahim bin Ma’qal.
Tidak berselang lama, penjaga rumah melaporkan bahwa utusan penguasa Samarkand telah tiba di depan pintu. Perintahnya sama: Imam Al-Bukhari harus segera keluar dari wilayah Samarkand dan desa-desanya.
Saat itu adalah malam Idul Fitri. Namun, perintah tersebut mengharuskan beliau pergi "sekarang juga", bukan setelah hari raya.
Karena khawatir kehadirannya akan membawa bahaya bagi kerabat yang telah memuliakannya, sang Imam memutuskan untuk berangkat.
Detik-Detik Wafatnya Sang Imam
Ibrahim bin Ma’qal menyiapkan kitab-kitab di atas hewan tunggangan pertama dan menyiapkan tunggangan kedua untuk sang Imam. Ibrahim kemudian membantu memapah Imam Al-Bukhari yang tampak sangat lemah menuju tunggangannya.
Setelah berjalan kurang lebih 20 langkah, Imam Al-Bukhari merasa semakin lelah. Beliau meminta Ibrahim untuk memberinya waktu beberapa menit untuk beristirahat.Imam Al-Bukhari pun duduk di pinggir jalan, lalu tertidur. Hanya berselang beberapa menit, ketika Ibrahim hendak membangunkan sang Imam, ia mendapati bahwa ruh beliau telah kembali kepada Allah.
Tabel Ringkasan Perjalanan Akhir Imam Al-Bukhari
| Lokasi | Peristiwa |
|---|---|
| Neyshabur | Diusir penguasa karena menolak mengajar di istana |
| Bukhara | Disambut meriah, lalu diusir lagi karena popularitas |
| Khartank (Samarkand) | Menginap di rumah kerabat, diusir lagi malam Idul Fitri |
| Pinggir jalan | Wafat setelah berjalan 20 langkah dari rumah kerabat |
Wafat di Malam Idul Fitri
Imam Al-Bukhari wafat di pinggir jalan pada malam Idul Fitri, 1 Syawal tahun 256 Hijriah, dalam keadaan diusir dari satu kota ke kota lainnya, pada usia yang telah melewati 62 tahun.
Kemuliaan Sejati
Hari ini, orang-orang sudah lupa siapa nama penguasa Neyshabur, Bukhara, atau Samarkand pada masa itu. Namun seluruh dunia mengenal siapa Imam Al-Bukhari.
Semoga Allah merahmati Imam Al-Bukhari dan mengangkat derajatnya di surga ‘Illiyyin bersama para Nabi, Syuhada, dan orang-orang saleh.
Editor : DA Sikumbang

