KABUPATEN AGAM – Keselamatan berlalu lintas di Kabupaten Agam masih menjadi pekerjaan rumah serius. Sepanjang tahun lalu, kecelakaan di wilayah ini merenggut 15 korban jiwa. Fakta tersebut mendorong jajaran kepolisian menggelar Operasi Keselamatan Singgalang 2026 yang diawali apel pasukan di Mapolres Agam, Senin (2/2/2026).
Apel dipimpin Wakapolres Agam Kompol Muddasir yang membacakan amanat Kapolda Sumatera Barat. Operasi ini digelar sebagai langkah antisipasi menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, sekaligus persiapan menghadapi meningkatnya arus mobilitas masyarakat menjelang Operasi Ketupat 2026.
“Polri memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan dan keselamatan lalu lintas. Upaya ini harus dilakukan secara konsisten, terencana, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan,” kata Muddasir dalam amanatnya.
Berdasarkan data kepolisian, selama Operasi Keselamatan 2025 tercatat 74 peristiwa kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Agam. Insiden tersebut menyebabkan 15 orang meninggal dunia, 15 korban luka berat, dan 99 luka ringan, dengan total kerugian materiil mencapai Rp 166,27 juta.
Selain kecelakaan, tingkat pelanggaran lalu lintas juga masih cukup tinggi. Tahun lalu, polisi menindak 3.073 pelanggaran dengan tilang dan memberikan 8.769 teguran. Pelanggaran yang terus berulang ini dinilai menjadi salah satu faktor utama pemicu kecelakaan di jalan raya.
Operasi Keselamatan Singgalang 2026 akan berlangsung selama dua pekan, mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Pelaksanaannya mengedepankan pendekatan edukatif dan persuasif kepada masyarakat, namun tetap disertai penegakan hukum terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.Wakapolres Agam juga mengingatkan seluruh personel untuk mempersiapkan langkah-langkah teknis dan taktis di lapangan, termasuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, pelanggaran kasat mata, serta lokasi rawan kecelakaan.
“Targetnya adalah menekan angka pelanggaran dan kecelakaan, sekaligus membangun budaya tertib berlalu lintas,” ujarnya.
Sekretaris Kabupaten Agam Muhammad Lutfi AR yang hadir dalam apel tersebut menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pelaksanaan operasi ini. Menurutnya, keselamatan berlalu lintas membutuhkan kolaborasi semua pihak.
“Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah siap bersinergi untuk meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat,” kata Lutfi.
Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T