KABUPATEN AGAM -- Pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Agam di Lapangan SDN 05 Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan, menyisakan perbedaan data progres.
BNPB sebelumnya menyebut progres pembangunan telah mencapai 50 persen, namun data teknis terbaru Pemerintah Kabupaten Agam menunjukkan capaian baru 24,5 persen.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Rahmad Lasmono, menegaskan bahwa progres pembangunan huntara saat ini masih berada pada tahap awal jika dilihat dari sisi bobot pekerjaan fisik.
“Secara teknis, berdasarkan perhitungan bobot pekerjaan fisik, progresnya baru sekitar 24,5 persen. Itu yang menjadi acuan kami di daerah,” kata Rahmad kepada BacalahNews.com, Minggu (4/1/2026) pagi.
Rahmad menjelaskan, total huntara yang dibangun di lokasi tersebut berjumlah 117 unit. Saat ini, sekitar 60 unit masih dalam proses pengerjaan, sementara 30 unit atau enam barak baru memasuki tahap konstruksi awal.
Ia memaparkan, pada 30 unit pertama, pekerjaan lantai baru mencapai sekitar 11 persen, sementara pekerjaan rangka baja ringan, dinding GRC, hingga instalasi listrik masih tergolong rendah.
“Kalau dilihat satu per satu, pekerjaan dinding GRC baru 5 persen, spandek atap 8 persen, listrik masih nol persen, dan sanitasi juga baru 5 persen. Jadi memang belum bisa disebut setengah jalan,” ujarnya.Sementara itu, pada 30 unit berikutnya, progres pembangunan masih lebih rendah. Pekerjaan lantai tercatat sekitar 9 persen, sedangkan pekerjaan utama lainnya belum dimulai.
Perbedaan data mencuat setelah BNPB sebelumnya menyampaikan di akun resmi BNPB dan sejumlah media nasional bahwa progres pembangunan huntara di lokasi tersebut telah mencapai 50 persen per Minggu (28/12/2025).
Menanggapi hal tersebut, Rahmad menegaskan angka 50 persen lebih menggambarkan cakupan pekerjaan yang sudah dimulai, bukan akumulasi bobot pekerjaan fisik sesuai rencana teknis.
Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T