KABUPATEN AGAM -- Tanah longsor yang terjadi di kawasan Kelok 25, Jorong Kuok Tigo Koto, Nagari Matua Mudiak, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, diduga menjadi salah satu pemicu terjadinya banjir bandang (galodo) di kawasan Maninjau.
Longsor tersebut terjadi pada Rabu (31/12/2025) sekitar pukul 21.00 WIB. Material longsor berupa lumpur, kayu, dan bebatuan menutup akses jalan dan memicu perubahan aliran air menuju kawasan hilir.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Agam, Roza Syadefianti, mengatakan longsor menyebabkan terbentuknya aliran air baru yang mengarah ke kawasan padat aktivitas di Maninjau.
“Material longsor di Kelok 25 tidak hanya menutup jalan, tetapi juga membuat aliran baru yang mengarah ke depan BRI lama menuju kawasan lapas, sehingga memicu limpasan air yang kemudian berdampak ke wilayah Maninjau,” kata Roza, Kamis (1/1/2026).
Menurutnya, material longsor menutupi badan jalan sepanjang sekitar 30 meter dengan ketinggian mencapai satu meter, sehingga akses transportasi sempat terputus total.
Dampak longsor juga menyebabkan kerusakan berat pada bangunan warga. Tercatat 4 unit rumah warga rusak berat, 3 unit kedai hancur, serta 2 unit villa mengalami kerusakan parah akibat tertimbun material.“Jumlah pengungsi juga bertambah, dari sebelumnya 100 kepala keluarga atau 314 jiwa, kini menjadi 160 KK dengan total 428 jiwa,” jelas Roza.
Selain itu, satu unit alat berat jenis ekskavator dilaporkan terkurung akibat tertutup material longsor, sehingga menghambat proses penanganan awal.
Roza menambahkan, hasil pantauan udara dari Kelok 9 hingga Kelok 25 menunjukkan tidak ada material yang menyumbat aliran Sungai Batang Pisang. Meski demikian, arus sungai terpantau cukup deras meskipun debit air tidak besar.
Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T