KABUPATEN AGAM -- Target Bupati Agam Benni Warlis agar hunian sementara (huntara) bagi pengungsi di SDN 05 Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan, rampung sebelum libur sekolah berakhir dipastikan belum tercapai. Kondisi cuaca yang tak kunjung bersahabat menjadi penyebab utama terhambatnya pekerjaan di lapangan.
Molornya penyelesaian huntara berdampak pada belum bisa dipindahkannya para pengungsi dari SDN 05 Kayu Pasak, sehingga aktivitas belajar mengajar (PBM) di sekolah tersebut belum dapat sepenuhnya kembali normal.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Agam memastikan solusi agar PBM tetap berjalan. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Agam, Andri, S.T., M.T., mengatakan pihaknya telah menyiapkan skema sementara agar siswa tetap bisa belajar.
“Sebagian lokal yang selama ini digunakan untuk pengungsian kita kosongkan terlebih dahulu untuk pelaksanaan PBM, sementara sebagian siswa lainnya menumpang belajar ke SDN 36 Kayu Pasak,” kata Andri saat meninjau lapangan, Sabtu (3/1/2026).
Andri yang baru sehari dilantik sebagai Kadisdikbud Agam langsung turun ke lokasi untuk memastikan kesiapan PBM di wilayah terdampak bencana. Peninjauan dilakukan bersama Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdikbud Agam Fadli S., S.Pd., M.Pd., Camat Palembayan Sabirun, serta Kepala SDN 05 Kayu Pasak Novita Yuliarma, S.Pd.
Menurut Andri, keberlangsungan PBM menjadi prioritas utama pemerintah daerah, terutama untuk menjaga kondisi psikologis dan mental siswa pascabencana.“Kita perlu melaksanakan PBM dan mengembalikan mental anak-anak kita. Alhamdulillah, seluruh sekolah di Palembayan pada prinsipnya siap melaksanakan pembelajaran,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Palembayan Sabirun berharap pembangunan huntara dapat segera rampung sehingga para pengungsi bisa dipindahkan dan sekolah kembali difungsikan secara penuh untuk kegiatan belajar mengajar.
“Mudah-mudahan dua minggu lagi huntara bisa siap, tentu dengan catatan cuaca mendukung. Kalau itu terealisasi, pengungsi bisa dipindahkan dan anak-anak bisa kembali belajar di sekolahnya sendiri,” kata Sabirun.
Ia menambahkan, percepatan pemindahan pengungsi sangat penting mengingat siswa kelas VI akan menghadapi ujian akhir sekolah pada Maret mendatang.
Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T