BUKITTINGGI - Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat Arry Yuswandi mendorong transformasi Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa menuju Pusat Keunggulan Pengadaan dalam Rapat Koordinasi UKPBJ se-Sumbar di Bukittinggi pada Rabu (22/4/2026).
Ia menegaskan pengadaan barang dan jasa kini menjadi instrumen strategis pembangunan daerah yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
"Setiap rupiah yang dibelanjakan melalui APBD harus memberikan manfaat nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat," tegasnya.
Arry menjelaskan kebijakan pengadaan saat ini menuntut kualitas belanja pemerintah yang lebih efisien, adaptif, dan mampu menghasilkan value for money.
Menurutnya, tantangan pengadaan semakin kompleks karena tidak lagi hanya diukur dari ketepatan waktu lelang, tetapi juga transparansi, akuntabilitas, dan nilai tambah yang dihasilkan.
"Transformasi menuju UKPBJ Proaktif adalah keharusan dan harus menjadi pengarah kualitas belanja daerah," ujarnya.Dalam arahannya, ia menekankan empat langkah strategis meliputi penguatan UKPBJ sebagai pusat keunggulan, pemenuhan kematangan kelembagaan, optimalisasi produk dalam negeri, serta peningkatan profesionalisme SDM pengadaan.
Arry juga mengapresiasi capaian UKPBJ Provinsi Sumbar yang telah mencapai level proaktif penuh sejak 2024 dan mendorong kabupaten kota segera menyusul untuk pemerataan kualitas pengadaan.
Sebagai tindak lanjut, seluruh UKPBJ diminta menyusun roadmap penguatan kelembagaan, meningkatkan kolaborasi lintas pemerintah, serta memaksimalkan teknologi informasi untuk transparansi.
Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi Sumbar Cerry menyebut rakor ini menjadi momentum menyatukan persepsi dan memperkuat peran UKPBJ secara menyeluruh.
Editor : Pariyadi Saputra