JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan menyambut pengumuman Update on Free Float Assessment of Indonesian Securities yang dirilis MSCI Inc sebagai pengakuan atas reformasi pasar modal nasional, Rabu (23/4/2026).
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hasan Fawzi menyebut MSCI telah mencatat langkah strategis bersama PT Bursa Efek Indonesia dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia dalam memperkuat transparansi pasar.
“Berbagai inisiatif strategis di atas merupakan bagian dari upaya berkesinambungan untuk meningkatkan kualitas tata kelola pasar serta memperkuat pelindungan investor,” katanya.
OJK mencatat sejumlah reformasi yang mendapat perhatian MSCI antara lain peningkatan transparansi kepemilikan saham di atas 1 persen hingga implementasi kerangka High Shareholding Concentration.
Selain itu peningkatan batas minimum free float juga dinilai menjadi bagian penting dalam mendorong pasar yang lebih transparan dan kompetitif.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menilai pengakuan MSCI sebagai sinyal positif atas arah kebijakan yang ditempuh Indonesia.“Ke depan implementasi reformasi akan terus dijaga agar berjalan konsisten, terukur, dan berkelanjutan,” ujarnya.
MSCI saat ini masih melakukan asesmen lanjutan berbasis data baru serta menghimpun masukan dari pelaku pasar global untuk Index Review Mei 2026 dan Market Accessibility Review Juni 2026.
OJK memandang proses tersebut sebagai momentum penting untuk menunjukkan efektivitas kebijakan sekaligus meningkatkan aksesibilitas pasar modal Indonesia.
Lembaga itu juga menegaskan komitmen menjalankan delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal nasional.
Editor : Pariyadi Saputra