Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan mitra pembangunan dalam meningkatkan ketangguhan daerah terhadap bencana.
Forum ini diharapkan menghasilkan struktur koordinasi klaster yang jelas, pembagian peran yang tegas, serta rencana aksi yang berkelanjutan.
“Lebih dari itu, kita berharap pendekatan klaster ini benar-benar menjadi bagian integral dalam sistem penanggulangan bencana di Sumatera Barat,” tambahnya.
Kegiatan tersebut dihadiri BPBD Sumbar, Yayasan Plan International Indonesia, Platform Sumbar Pulih, BPBD kabupaten kota, OPD, TNI Polri, dunia usaha, perguruan tinggi, serta relawan kebencanaan. (*) Editor : Pariyadi Saputra