TANAH DATAR - Sebanyak 75 Wali Nagari se Kabupaten Tanah Datar ikuti retreat yang dilaksanakan Pemerintah Daerah Tanah Datar bersama Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Sumatera Barat yang berlangsung selama satu minggu.
Ketua Forum Komunikasi Wali Nagari (FKWN) Tanah Datar, Genta Maulana Akbar, mengapresiasi langkah pemerintah daerah Tanah Datar yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut.
Ia menilai retret ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia para wali nagari dalam menjalankan roda pemerintah nagari terutama dalam pengelolaan keuangan di nagari.
“Kami apresiasi Pemerintah Daerah Tanah Datar untuk kegiatan retret ini. Selama enam hari di kampus IPDN, kami berharap para wali nagari dapat menjadi pemimpin yang benar-benar memahami tugas dan tanggung jawab sebagai wali nagari,” kata Genta saat pelepasan di Indojolito Batusangkar Minggu, (5/4/2026).
Hal senada juga disampaikan Wali Nagari Pangian, Hijrah Adi Syukrial. Ia mengaku bahwa para peserta akan mendapatkan pelatihan kedisiplinan serta berbagai materi dari sejumlah institusi, dari pihak kepolisian, kejaksaan dan lainnya.
“Kami siap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ini. Tentunya kami berharap retret ini dapat meningkatkan kapasitas kami sebagai pemimpin di nagari baik dalam penggunaan anggaran maupun dalam peraturan hukum,” kata Hijrah.Sebelumnya, Bupati Tanah Datar, Eka Putra saat apel pelepasan mengatakan, program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas wali nagari, khususnya dalam pengelolaan keuangan desa, tata kelola pemerintahan, kepemimpinan, serta pemahaman hukum dengan narasumber dari berbagai instansi.
Kegiatan ini juga merupakan kegiatan strategsis sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto yang juga telah dilakukan mulai dari setingkat menteri, Gubernur, Bupati, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota hingga ditingkat kepala desa.
Selain itu, kata Bupati, retret ini juga menjadi langkah strategis dalam membentuk karakter dan kualitas kepemimpinan wali nagari, tidak hanya pembekalan materi tetapi juga kegiatan fisik.
“Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi perubahan positif pada kepemimpinan wali nagari, meningkatnya kepedulian wali nagari terhadap masyarakat, serta kapasitas wali nagari dalam pengelolaan keuangan, baik yang bersumber dari dana desa sendiri maupun dari APBD,” ujarnya.
Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T

