PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mencatat kinerja pemerintahan yang positif sepanjang 2025 berdasarkan Ringkasan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang menunjukkan peningkatan indikator makro dan pelayanan dasar.
Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi Sumbar, Edzedin Zein, menyebut capaian kinerja daerah mengalami tren perbaikan terutama pada aspek kesejahteraan masyarakat.
"Indeks Pembangunan Manusia meningkat dari 76,43 menjadi 77,27 serta angka kemiskinan dan pengangguran turun menjadi 5,31 persen dan 5,62 persen," ujarnya di Padang, Selasa (30/3/2026).
Peningkatan juga terjadi pada Produk Domestik Regional Bruto per kapita yang naik menjadi Rp59,54 juta disertai penurunan ketimpangan pendapatan.
Namun pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat justru melambat menjadi 3,37 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Kondisi ini dipengaruhi faktor eksternal dan dinamika ekonomi global sehingga menjadi perhatian serius ke depan," ungkapnya.Pada sektor pelayanan dasar, partisipasi pendidikan menengah meningkat menjadi 90,32 persen termasuk bagi penyandang disabilitas.
Di sektor kesehatan, seluruh rumah sakit rujukan provinsi telah terakreditasi 100 persen dan layanan kesehatan saat bencana tetap terjaga.
"Kami terus memperkuat layanan dasar agar semakin inklusif meski masih menghadapi keterbatasan SDM dan akses geografis," katanya.
Editor : Pariyadi Saputra

