Seri Ramadhan: Rahasia di Balik Gel Tenofovir, Terobosan Salim Abdool Karim Cegah HIV pada Wanita

×

Seri Ramadhan: Rahasia di Balik Gel Tenofovir, Terobosan Salim Abdool Karim Cegah HIV pada Wanita

Bagikan berita
Seri Ramadhan: Rahasia di Balik Gel Tenofovir, Terobosan Salim Abdool Karim Cegah HIV pada Wanita
Seri Ramadhan: Rahasia di Balik Gel Tenofovir, Terobosan Salim Abdool Karim Cegah HIV pada Wanita
DPC PJS Kota Bukittinggi

Penghargaan Bergengsi yang Diraih

  • Lasker~Bloomberg Public Service Award (2024) Atas kontribusinya di bidang kesehatan dan pencegahan HIV
  • John Maddox Prize (2020) Gigih membela sains melawan misinformasi COVID-19
  • Kwame Nkrumah Scientific Award Pengakuan tertinggi dari Uni Afrika untuk ilmuwan Afrika
  • Royal Society Fellow Terpilih sebagai anggota Royal Society Inggris
  • US National Academy of Medicine Anggota akademi kedokteran bergengsi Amerika Serikat
  • 50 Legend of South African Science Masuk dalam 50 legenda sains Afrika Selatan

Atas jasanya, Salim Abdool Karim meraih berbagai penghargaan internasional yang sangat bergengsi. Pada tahun 2024 ia menerima Lasker~Bloomberg Public Service Award atas kontribusinya di bidang kesehatan.

Sebelumnya pada tahun 2020 ia meraih John Maddox Prize karena gigih membela sains melawan misinformasi COVID-19. Ia juga menerima Kwame Nkrumah Scientific Award dari Uni Afrika sebagai pengakuan tertinggi di tingkat benua.

Selain itu ia terpilih sebagai anggota Royal Society dan US National Academy of Medicine. Akademi Sains Afrika Selatan bahkan memasukkannya ke dalam 50 Legend of South African Science.

Dengan demikian reputasinya tidak hanya diakui secara global tetapi juga di tanah airnya. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Afrika Selatan dan seluruh benua Afrika.

Peran di Columbia University dan Keluarga

Salim Abdool Karim mengajar sebagai profesor global health di Columbia University dan beberapa kampus bergengsi lain. Ia juga memegang posisi profesor di Harvard, Cornell, dan University of KwaZulu-Natal.

Melalui posisi akademik ini ia terus mempengaruhi arah kebijakan kesehatan global dengan fokus pada pencegahan HIV. Ia aktif membimbing mahasiswa pascasarjana yang kemudian menjadi pemimpin kesehatan di negaranya.

Ia menikah dengan Prof Quarraisha Abdool Karim yang juga ahli epidemiologi dan pasangan kolaborator setia. Bersama-sama mereka memimpin CAPRISA dan menjadi tim ilmuwan paling produktif di Afrika.

Sebagai seorang Muslim, Salim tetap menjalankan nilai-nilai agamanya dengan memberikan edukasi kesehatan spesifik. Ia menjembatani sains dan agama secara harmonis sehingga pesan kesehatan lebih mudah diterima komunitas Muslim.

Kesimpulan

Salim Abdool Karim adalah ahli epidemiologi Afrika Selatan yang diakui global atas kontribusinya dalam pencegahan HIV. Penelitian gel tenofovir untuk pencegahan HIV pada wanita menjadi karyanya yang paling terkenal dan revolusioner.

Editor : DA Sikumbang
Bagikan

Berita Terkait
Terkini