Seri Ramadhan: Rahasia di Balik Gel Tenofovir, Terobosan Salim Abdool Karim Cegah HIV pada Wanita

×

Seri Ramadhan: Rahasia di Balik Gel Tenofovir, Terobosan Salim Abdool Karim Cegah HIV pada Wanita

Bagikan berita
Seri Ramadhan: Rahasia di Balik Gel Tenofovir, Terobosan Salim Abdool Karim Cegah HIV pada Wanita
Seri Ramadhan: Rahasia di Balik Gel Tenofovir, Terobosan Salim Abdool Karim Cegah HIV pada Wanita
DPC PJS Kota Bukittinggi

Dengan demikian kontribusinya tidak hanya di laboratorium tetapi juga di ruang kebijakan internasional. Hal ini memperkuat posisinya sebagai otoritas global dalam epidemiologi HIV yang pendapatnya selalu didengar.

Akibatnya banyak negara menjadikan penelitiannya sebagai rujukan utama dalam kebijakan kesehatan nasional. Kebijakan kesehatan di Afrika dan Asia banyak dipengaruhi oleh karya dan pemikirannya.

Kepemimpinan di CAPRISA

Sebagai direktur, Salim Abdool Karim memimpin Centre for the AIDS Programme of Research in South Africa atau CAPRISA. Lembaga ini menjadi pusat penelitian AIDS terkemuka di Afrika yang menghasilkan berbagai penelitian penting.

Di bawah kepemimpinannya, CAPRISA menjadi kawah candradimuka yang melatih ratusan ilmuwan muda Afrika. Banyak peneliti yang dibimbing langsung kemudian menyebar dan berkontribusi di negara masing-masing.

Oleh karena itu CAPRISA tidak hanya lembaga penelitian tetapi juga pusat pengembangan sumber daya manusia. Pengaruhnya terasa hingga ke berbagai penjuru benua Afrika dalam upaya melawan HIV.

Selain itu CAPRISA juga aktif dalam respons pandemi COVID-19 di Afrika Selatan. Salim memimpin komite penasihat yang memberikan rekomendasi berbasis bukti ilmiah kepada pemerintah.

Respons COVID-19 di Afrika Selatan

Salim Abdool Karim berperan penting memimpin respons pandemi COVID-19 sebagai Ketua Komite Penasihat Menteri. Ia bekerja sama dengan tokoh seperti Dr Anthony Fauci dalam mengomunikasikan sains kepada publik.

Selama pandemi, ia aktif memberikan edukasi spesifik bagi komunitas Muslim dengan menjelaskan kebijakan pembatasan ibadah. Ia menekankan pentingnya menjembatani sains dengan nilai-nilai kemanusiaan dan ajaran agama.

Oleh sebab itu ia menjadi sosok yang dipercaya oleh berbagai kalangan masyarakat termasuk komunitas agama. Akibatnya kebijakan kesehatan yang kontroversial dapat diterima dengan lebih baik melalui komunikasi efektif.

Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peran ilmuwan dalam menyampaikan pesan kesehatan kepada publik. Prinsip ini ia terapkan dalam perjuangan melawan ketimpangan akses kesehatan di Afrika.

Editor : DA Sikumbang
Bagikan

Berita Terkait
Terkini