Hilang Sepekan, Nenek 81 Tahun di Agam Ditemukan Tak Bernyawa di Dasar Jurang 60 Meter

×

Hilang Sepekan, Nenek 81 Tahun di Agam Ditemukan Tak Bernyawa di Dasar Jurang 60 Meter

Bagikan berita
Hilang Sepekan, Nenek 81 Tahun di Agam Ditemukan Tak Bernyawa di Dasar Jurang 60 Meter
Hilang Sepekan, Nenek 81 Tahun di Agam Ditemukan Tak Bernyawa di Dasar Jurang 60 Meter

KABUPATEN AGAM – Setelah dilaporkan hilang sejak lebih dari sepekan, seorang warga lanjut usia bernama Martiza, seorang nenek berusia 81 tahun, warga Jorong Sianok, Nagari Sianok VI Suku, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (28/4/2026).

Korban sebelumnya diketahui hilang sejak Minggu, 19 April 2026 sekitar pukul 11.00 WIB. Kabar kehilangan tersebut sempat membuat keluarga dan warga setempat melakukan pencarian secara mandiri di sejumlah lokasi sekitar kampung hingga kawasan perbukitan.

Namun nahas, korban ditemukan warga di dalam jurang dengan kedalaman diperkirakan sekitar 60 meter di wilayah Jorong Sianok. Dugaan sementara, korban terjatuh saat melintas di area tersebut.

Proses evakuasi korban berlangsung dramatis karena medan lokasi yang curam dan sulit dijangkau. Tim evakuasi dari KSB Nagari Balingka bersama Wali Nagari Balingka, perangkat nagari, serta masyarakat setempat turun tangan mengevakuasi jasad korban dari dasar jurang.

Camat IV Koto, Subhan, saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa korban dan keluarganya.

“Kami atas nama Pemerintah Kecamatan IV Koto turut berduka cita atas meninggalnya almarhumah. Kami juga mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian dan evakuasi, mulai dari relawan, pemerintah nagari, hingga masyarakat yang bahu-membahu membantu,” ujar Subchan, Selasa (28/4/2026).

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki anggota lansia, agar meningkatkan pengawasan demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.

“Lansia perlu perhatian khusus, terutama jika bepergian sendiri. Kita berharap kejadian ini menjadi perhatian bersama agar keselamatan keluarga tetap terjaga,” tambahnya.

Usai dievakuasi, jenazah korban rencananya akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Tim Inafis Polresta Bukittinggi bersama petugas Puskesmas IV Koto untuk memastikan penyebab kematian.

Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat setempat, terlebih korban dikenal sebagai sosok orang tua yang ramah di lingkungan tempat tinggalnya. (*)

Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T
Bagikan

Berita Terkait
Terkini