“Bantuan ini sangat berarti, terutama pascabencana. Posyandu adalah garda terdepan pelayanan kesehatan ibu dan anak, sehingga dukungan alat dan obat-obatan sangat kami butuhkan,” ujar dr Hendri.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan lembaga filantropi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan layanan kesehatan dasar, di tengah keterbatasan anggaran dan proses pemulihan pascabencana yang masih berlangsung.Baca juga: Wako Zulmaeta Lantik PPT Pratama hingga Direktur Perumda Tirta Sago, Dorong Kinerja dan Inovasi
Pemerintah Kabupaten Agam pun berharap sinergi serupa dapat terus terjalin, sehingga upaya pemulihan pascabencana melibatkan peran aktif berbagai pihak, tidak hanya bergantung pada pemerintah semata. (*)
Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T

