Lalu, berjalan kaki untuk menembus lumpur, jembatan darurat yang hanya bisa dilewati sepeda motor ataupun jalan setapak di antara reruntuhan bebatuan yang masih tegak di badan jalan.
“Relawan dan logistik kita bawa secara estafet dengan menumpang mobil pikap, berboncengan dengan sepeda motor serta berjalan kaki,” ungkap Farid.
“Selama tiga hari kedepan, tim kesehatan PDI Perjuangan ini akan melaksanakan agenda layanan medis, distribusi sembako dan bergotong-royong bersama masyarakat,” tambah Farid.
Butuh semangat perjuangan menuju kampung ini, ungkap Farid, disebabkan jalan yang masih menyisakan bekas longsoran. Kemudian, mesti melewati jembatan darurat dari material kayu (hanya bisa dilalui sepeda motor-red) dengan jurang menganga di sampingnya.“Alhamdulillah, walau tim harus berjuang ekstra keras, akhirnya bisa sampai juga melayani warga di daerah yang dikenal dengan 'Nagari di Atas Awan' ini,” ungkap Farid. (*)
Editor : Mangindo Kayo