PESISIR SELATAN (6/1/2026) - Tim Kesehatan DPP PDI Perjuangan menembus Kampung Ngalau Gadang pada Kenagarian Limau Gadang pada hari ke-38 bencana Hidrotemeorologi Sumatera Barat.
Kampung yang berada di Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan ini sempat terisolasi beberapa hari, karena jembatan beton sepanjang 20 meter --yang menghubungkan kampung itu dengan daerah tetangga (Kampung Limau-limau-red)--, telah hanyut dihantam banjir tanggal 28 November 2025 dinihari lalu.
“Alhamdulillah, Tim Medis DPP PDI Perjuangan yang bergerak dibawah komando Ketua DPP Bidang Kesehatan, Ibu dr Ribka Tjiptaning, berhasil menembus Kampung Limau Gadang setelah melalui perjuangan yang luar biasa,” ungkap Ketua PDI Perjuangan Sumatera Barat, Alex Indra Lukman di Padang, Senin.
Dikatakan Alex, berdasarkan laporan tim di lapangan, Ngalau Gadang ini berpenduduk 168 Kepala Keluarga (KK) atau 678 jiwa. Sebanyak 46 KK atau 243 jiwa, tercatat sebagai pengungsi di kantor camat Bayang Utara.
Warga ini jadi pengungsi, disebabkan rumah yang rusak berat karena dihantam banjir, rumah hanyut, rumah ditimpa tanah longsor atau rusak berat karena struktur tanah yang telah bergeser sehingga tak bisa ditempati lagi.
“Sesampainya di lokasi, Minggu (4/1/2026) kemarin, tim yang terdiri dari dokter, perawat, Tim Baguna PDIP serta kader lainnya, langsung melakukan pelayanan medis. Warga yang membutuhkan, juga disediakan obat-obatan dan vitamin,” terang Alex.“Kehadiran tim kesehatan yang merupakan perintah langsung Ibu Ketua Umum Megawati Sukarnoputri ke daerah-daerah terdampak bencana Sumatera ini (Aceh, Sumut dan Sumbar-red), memang khusus melakukan layanan medis. Kesehatan warga jadi prioritas, karena penanganan di masa pemulihan tampak berjalan lambat,” tegas wakil ketua Komisi IV DPR RI ini.
Secara geografis, Ngalau Gadang berada di ketinggian 1200 mdpl yang berjarak sekitar 150 Km dari Kota Padang, ibu kota provinsi Sumatera Barat.
Koordinator Tim Kesehatan PDI Perjuangan, Farid Anshar Alghifari menceritakan, untuk sampai ke Kampung Ngalau Gadang ini, kendaraan yang dibawa dari Padang serta ambulance, terpaksa ditinggal.
Rombongan mesti melanjutkan perjalanan dengan menumpang mobil pickup. Setelah itu, dilanjutkan dengan berboncengan dengan sepeda motor.
Editor : Mangindo Kayo