“Kami sedang mengumpulkan bahan keterangan untuk mengungkap siapa yang bertanggung jawab,” tegasnya.
Sejumlah saksi internal termasuk petugas kebersihan turut diperiksa untuk menelusuri alur keluar masuk barang di lingkungan sekolah.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar melapor jika menemukan penjualan talempong dalam jumlah besar dengan harga mencurigakan.
Kasus ini menjadi sorotan karena menyasar aset pendidikan sekaligus warisan budaya lokal di Sumatera Barat. (*) Editor : Pariyadi Saputra

