Rekonstruksi 36 Adegan Ungkap Motif Sakit Hati di Balik Pembunuhan Pensiunan ASN Pasaman Barat

×

Rekonstruksi 36 Adegan Ungkap Motif Sakit Hati di Balik Pembunuhan Pensiunan ASN Pasaman Barat

Bagikan berita
Polres Pasaman Barat menggelar rekonstruksi kasus pencurian disertai pembunuhan terhadap pensiunan ASN Khoiron Lubis.
Polres Pasaman Barat menggelar rekonstruksi kasus pencurian disertai pembunuhan terhadap pensiunan ASN Khoiron Lubis.
DPC PJS Kota Bukittinggi

PASAMAN BARAT - Polres Pasaman Barat menggelar rekonstruksi kasus pencurian disertai pembunuhan terhadap pensiunan ASN Khoiron Lubis (65) di Mapolres setempat pada Senin (13/4/2026).

Dalam reka ulang tersebut, tersangka utama NJ (39) alias Ucok memperagakan total 36 adegan yang mengungkap detail peristiwa tragis itu.

Rekonstruksi menghadirkan tersangka dan para saksi secara langsung, sementara peran korban digantikan oleh pemeran pengganti.

Kegiatan ini turut dihadiri Tim Inafis Polres Pasaman Barat, perwakilan Kejaksaan Negeri Pasaman Barat serta kuasa hukum tersangka untuk menjamin transparansi dan legalitas.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa sepeda motor Vario, handphone Samsung A05, powerbank, pisau milik korban, serta pakaian pelaku saat kejadian.

“Tersangka dihadirkan langsung, sementara korban diperankan oleh pengganti dan rekonstruksi digelar di Mapolres untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,” ujar Kaur Bin Ops Sat Reskrim Iptu Suardi.

Ia menjelaskan jumlah adegan bertambah dari rencana awal 28 menjadi 36 adegan untuk menyesuaikan fakta di lapangan.

“Sebanyak 36 adegan diperagakan dan ini mempermudah penyidik mengungkap fakta sebenarnya,” katanya.

Dalam rekonstruksi tersebut diperagakan rangkaian kejadian mulai dari kedatangan tersangka ke pondok kebun hingga aksi pembunuhan dan pencurian.

Motif pembunuhan diduga dipicu rasa sakit hati tersangka karena upah kerja pruning kebun sawit sebesar Rp8 juta sejak 2022 hingga 2024 tidak dibayarkan korban.

Editor : Pariyadi Saputra
Bagikan

Berita Terkait
Terkini
PMI Bukittinggi