Krisis Air Bendungan Gunung Nago Ancam 2.000 Hektare Sawah di Padang

×

Krisis Air Bendungan Gunung Nago Ancam 2.000 Hektare Sawah di Padang

Bagikan berita
Perbaikan aliran sungai di Gunung Nago. (Dok. Ist)
Perbaikan aliran sungai di Gunung Nago. (Dok. Ist)
DPC PJS Kota Bukittinggi

PADANG — Kerusakan infrastruktur irigasi Bendungan Gunung Nago mengancam ribuan hektare lahan pertanian di Kota Padang yang bergantung pada pasokan air untuk masa tanam.

Kondisi ini memicu perhatian serius pemerintah karena distribusi air ke sejumlah wilayah masih terganggu dan membutuhkan solusi jangka panjang.

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, mengatakan pengelolaan bendungan berada di bawah kewenangan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Barat.

Ia menegaskan koordinasi lintas instansi terus dilakukan agar kebutuhan air petani tetap terpenuhi di tengah keterbatasan.

“Pengelolaan bendungan memang kewenangan provinsi, namun kami terus berkoordinasi agar distribusi air ke petani tidak terhenti,” ujarnya dikutip Senin (13/4/2026).

Kondisi irigasi di sektor kiri Gunung Nago dilaporkan mulai pulih dengan aliran air yang kembali menjangkau sejumlah wilayah pertanian.

Wilayah yang mulai teraliri mencakup Binuang Kampung Dalam, Cupak Tangah, Pisang, Lubuk Lintah, Ambacang, hingga beberapa kawasan di Kecamatan Lubuk Begalung dan Padang Timur.

Namun, sektor kanan justru masih mengalami krisis air yang membuat petani kesulitan menggarap sawah mereka.

Upaya darurat melalui pompa air yang dilakukan Balai Wilayah Sungai Sumatera V belum mampu menjadi solusi permanen.

Petani di wilayah terdampak terpaksa bergantung pada curah hujan untuk memenuhi kebutuhan air lahan mereka.

Editor : Pariyadi Saputra
Bagikan

Berita Terkait
Terkini
PMI Bukittinggi