JAKARTA — Data Kementerian Kesehatan pada awal 2026 menunjukkan sekitar 5 persen anak dan remaja Indonesia mengalami gejala gangguan jiwa, terutama depresi dan kecemasan.
Temuan ini diperkuat hasil Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Maret 2026 yang menyatakan satu dari sepuluh anak Indonesia menghadapi indikasi masalah kesehatan jiwa.
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat, menyebutkan, kondisi darurat kesehatan mental pada anak dan remaja saat ini menuntut langkah nyata dan terintegrasi dari semua pihak.
Kata dia, kesehatan mental dinilai menjadi aspek penting yang harus dimuat dalam kurikulum pendidikan nasional."Penanganan yang terintegrasi untuk mengatasi masalah kesehatan mental anak dan remaja sangat krusial, demi menyelamatkan masa depan generasi penerus bangsa," ujar Lestari di Jakarta, Minggu (12/4/2026).
Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T

