Komisi II DPRD Padang Bahas LKPJ Wali Kota 2025 Soroti Realisasi Anggaran dan Optimalisasi Pengelolaan Keuangan Daerah

×

Komisi II DPRD Padang Bahas LKPJ Wali Kota 2025 Soroti Realisasi Anggaran dan Optimalisasi Pengelolaan Keuangan Daerah

Bagikan berita
Komisi II DPRD  Padang Bahas LKPJ Wali Kota 2025  Soroti Realisasi Anggaran dan Optimalisasi Pengelolaan Keuangan Daerah
Komisi II DPRD Padang Bahas LKPJ Wali Kota 2025 Soroti Realisasi Anggaran dan Optimalisasi Pengelolaan Keuangan Daerah
DPC PJS Kota Bukittinggi

PADANG — Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang menggelar, pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Padang Tahun Anggaran 2025 pada, Senin (6/4/2026).

Pembahasan ini menjadi momentum penting, untuk mengevaluasi capaian kinerja pendapatan daerah dan pengelolaan anggaran demi peningkatan efektivitas program di tahun mendatang.

Ketua DPRD Kota Padang Muharlion, menyampaikan, “Agenda paripurna LKPJ Wali Kota Padang 2025 merupakan mekanisme tahunan yang wajib dijalankan sebagai bentuk akuntabilitas pemerintah daerah kepada DPRD.

"Melalui pembahasan Pansus II ini, kami mendapatkan banyak masukan untuk mengoptimalkan kinerja OPD di bidang keuangan dan aset daerah, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan pelaksanaan APBD 2026.”

Dalam pembahasan Pansus II, Bapenda berhasil menunjukkan pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menggembirakan, dengan realisasi yang melebihi target hingga 115,65%.

Capaian ini didukung oleh, pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan realisasi pendapatan lainnya yang melampaui ekspektasi.

Meski begitu, sejumlah permasalahan tetap ditemukan, seperti realisasi anggaran di kegiatan Penilaian Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBBP2) yang masih di bawah target karena kendala proses tender jasa.

Untuk itu, Pansus II merekomendasikan agar koordinasi lebih intensif dilakukan terhadap SKPD pengelola pendapatan daerah agar evaluasi dan inovasi dalam pencapaian target dapat dilakukan secara optimal.

Sementara itu, BPKAD melaporkan realisasi belanja sebesar 76,37% dari anggaran yang dialokasikan, dengan beberapa efisiensi belanja yang menjadi perhatian.

Beberapa program seperti, Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah dan Pengelolaan Barang Milik Daerah mencatat capaian realisasi yang bervariasi, dengan tantangan utama pada efisiensi dan perubahan regulasi pengelolaan keuangan.

Editor : AB Kurniati
Bagikan

Berita Terkait
Terkini
PMI Bukittinggi