Jalan Berlubang Kendala Investor Masuk ke Tanah Datar, Bupati Minta TKD Provinsi Dialokasikan untuk Perbaikan

×

Jalan Berlubang Kendala Investor Masuk ke Tanah Datar, Bupati Minta TKD Provinsi Dialokasikan untuk Perbaikan

Bagikan berita
Jalan Berlubang Kendala Investor Masuk ke Tanah Datar, Bupati Minta TKD Provinsi Dialokasikan untuk Perbaikan
Jalan Berlubang Kendala Investor Masuk ke Tanah Datar, Bupati Minta TKD Provinsi Dialokasikan untuk Perbaikan
DPC PJS Kota Bukittinggi

TANAH DATAR - Kepala Dinas PMPTSP Sumatera Barat, Luhur Budianda, menyebut sektor pariwisata memiliki multiplier effect yang besar terhadap perekonomian daerah jika dikelola dengan baik.

Destinasi wisata tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan sektor usaha lainnya.

Hal itu disampaikan Luhur Budianda dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 dan tematik stunting yang digelar di Aula Kantor Bupati Tanah Datar, Selasa, (31/3/2026).

Dia mengatakan, destinasi wisata di Kabupaten Tanah Datar menjadi tempat untuk orang berkunjung ke Tanah Datar.

“Ke depan, kita berharap terjadi perubahan paradigma, dari sekadar tempat rekreasi menjadi sektor bisnis yang mampu menarik investasi,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Tanah Datar Eka Putra menyoroti persoalan infrastruktur jalan sebagai tantangan utama dalam menarik investor ke daerah.

Ia menyebut, minat investasi ke Tanah Datar cukup tinggi, namun terkendala kondisi sejumlah ruas jalan yang rusak.

“Beberapa investor yang ingin ke Tanah Datar komplain kepada kami karena kondisi jalan yang rusak. Padahal, jalan tersebut merupakan kewenangan provinsi. Ini menjadi salah satu kendala dalam meningkatkan sektor pariwisata,” ungkapnya.

Bupati Eka Putra juga mengharapkan dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui alokasi dana Transfer ke Daerah (TKD), khususnya untuk perbaikan jalan provinsi.

Salah satu ruas yang menjadi perhatian adalah jalan Panti Rambatan yang terdampak bencana banjir bandang galodo Sumatera Barat 2024 dan hingga kini masih membutuhkan penanganan serius.

Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T
Bagikan

Berita Terkait
Terkini
PMI Bukittinggi