Khalifah Muawiyah bin Abi Sufyan membangun bimaristan, rumah sakit dengan fasilitas eksklusif. Pasien diperlakukan seperti tamu istana, dilayani dengan penuh kehormatan.
Khalifah Walid bin Abdul Malik membangun istana isolasi Qusair Amra di timur Amman, Yordania (712-715 M). Khalifah Hisyam bin Abdul Malik juga membangun istana isolasi serupa.
Para ilmuwan muslim seperti Ibnu Sina mengembangkan ilmu kedokteran melalui kitab Al-Qanun fi At-Tibb yang menjadi rujukan dunia hingga abad ke-19. Vaksinasi mulai dikembangkan di era Bani Abbasiyah dan Utsmaniyah.
Pelajaran Penting dari Sejarah Wabah
Sejarah membuktikan bahwa Islam telah memiliki protokol penanganan wabah sejak 14 abad lalu. Prinsip karantina, isolasi, physical distancing, dan jaminan sosial sudah diterapkan oleh Rasulullah dan para sahabat.
Penanganan wabah tidak hanya mengandalkan aspek medis, tetapi juga aspek sosial, ekonomi, dan spiritual. Negara hadir melindungi rakyat, tidak membiarkan mereka sendirian menghadapi musibah.Inovasi dan ijtihad terus berkembang seiring zaman. Para ilmuwan muslim meneruskan panduan Rasulullah dengan penemuan-penemuan baru di bidang kedokteran dan kesehatan masyarakat.
Kesimpulan
Wabah Justinianus, Syirawaih, dan Amwas adalah ujian besar yang dialami umat Islam sejak masa Rasulullah hingga era kekhalifahan. Penanganannya menjadi bukti keunggulan peradaban Islam.
Rasulullah SAW meletakkan fondasi: lockdown, karantina, dan isolasi. Para sahabat menerapkan dengan ketat dan adil. Generasi berikutnya mengembangkan dengan inovasi rumah sakit, istana isolasi, dan kemajuan ilmu kedokteran.
Editor : DA Sikumbang

