Penanganan Wabah oleh Gubernur Amru bin Ash
Sayyidina Umar bin Khattab kemudian menunjuk Amru bin Ash sebagai gubernur baru di Syam. Amru bin Ash menerapkan kebijakan tegas: lockdown, physical distancing, dan social distancing.
Beliau memerintahkan 5.000-6.000 prajurit untuk mengawasi pergerakan penduduk. Orang sakit tidak diperbolehkan keluar rumah, sementara orang sehat tetap beraktivitas dengan menjaga jarak.
Amru bin Ash menggambarkan wabah seperti "jilatan api yang membakar apa pun di dekatnya". Maka solusinya adalah menjauhkan diri dari sumber api, yaitu dengan isolasi dan karantina.
Negara Menjamin Kebutuhan Rakyat
Pemerintah Islam pada masa itu menanggung penuh kebutuhan rakyat yang menjalani isolasi. Sandang, pangan, dan papan disediakan oleh negara melalui Baitul Mal.Fasilitas bimaristan (rumah sakit) dibangun untuk merawat pasien dengan pelayanan layaknya tamu istana. Pasien yang sembuh diberi bekal makanan, pakaian, dan uang untuk memulihkan diri.
Ini adalah cikal bakal sistem jaminan kesehatan dan jaring pengaman sosial yang baru dikenal dunia modern berabad-abad kemudian.
Tabel Ringkasan Tiga Wabah dalam Sejarah Islam
| Wabah Editor : DA Sikumbang |

