Wabah Syirawaih mulai menjangkiti orang-orang Arab pada tahun 627-628 Masehi. Ini terjadi saat kaum muslimin sudah membangun Daulah Islam di Madinah.
Rasulullah SAW dan para sahabat menyaksikan langsung wabah ini. Beliau kemudian menerapkan kebijakan penanganan yang menjadi pedoman hingga hari ini.
Penanganan Wabah oleh Rasulullah SAW
Rasulullah SAW mengajarkan prinsip karantina wilayah. Beliau bersabda: "Jika kalian mendengar wabah di suatu daerah, janganlah kalian memasukinya. Jika kalian berada di daerah yang terkena wabah, janganlah kalian keluar darinya."
Ini adalah prinsip lockdown dan isolasi yang baru dikenal dunia modern 1400 tahun kemudian. Rasulullah juga mengajarkan physical distancing dan social distancing untuk mencegah penularan.
Beliau memerintahkan orang sakit untuk tidak keluar rumah, sementara orang sehat tetap beraktivitas dengan menjaga jarak. Kebijakan ini dilanjutkan oleh para sahabat setelah beliau wafat.
Wabah Amwas pada Masa Umar bin KhattabWabah Amwas terjadi pada tahun 638-639 Masehi di wilayah Palestina (Amwas). Wabah ini merupakan kelanjutan dari wabah Justinianus dan Syirawaih, disebabkan oleh bakteri yang sama.
Korban jiwa mencapai 25.000 hingga 60.000 prajurit muslim. Tiga gubernur yang ditunjuk Sayyidina Umar bin Khattab wafat karena wabah ini: Abu Ubaidah bin Jarrah, Muadz bin Jabal, dan Yazid bin Abi Sufyan.
Panglima perang Syurahbil bin Hasanah dan sejumlah sahabat lainnya juga gugur. Wabah Amwas menjadi ujian terbesar bagi kaum muslimin di awal kekhalifahan.
Editor : DA Sikumbang

