Dikesempatan itu, Buya Bakhtiar juga mengurai pesan dibalik kata takwa yang akan diraih setiap orang yang berpuasa dengan benar.
Yakni, pribadi yang sangat berhati-hati dalam beraktivitas dalam keseharian. Sehingga, tingkah lakunya tidak memicu persepsi negatif di tengah masyarakat.
“Dalam kitab ahkam, takwa itu diibaratkan seperti ekor unta yang tengah berjalan di terik matahari di padang pasir yang penuh batu-batu tajam dan duri. Unta itu tentunya akan melangkah dengan sangat hati-hati,” terang Buya Bakhtiar.
Dikesempatan itu, Buya Bakhtiar menegaskan, dalam kerangka membangun silaturahmi dengan partai politik, PWM Sumbar merekomendasikan salah seorang tokoh Angkatan Muda Muhammadiyah Sumatera Barat, Muhammad Fakhri, untuk berkiprah di PDI Perjuangan.
“Sebelumnya, Fakhri ini Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) yang kemudian juga dipercaya jadi Sekretaris Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani PWM Sumbar,” terangnya.
“Kita sengaja utus seorang aktivis muda Muhamadiyah ke PDI Perjuangan. Semoga, tali silaturahmi yang telah kita sambung di masa jelang Pemilu 2024 lalu, bisa terus memberikan kemaslahatan bagi umat,” harap Buya Bakhtiar.Di kesempatan itu, Buya Bakhtiar menukil peran Yosmeri Yusuf di momen Pemilu serentak 2024 lalu. Saat itu, Yosmeri Yusuf ditugaskan sebagai Ketua Lembaga Hikmah Kebijakan Publik (LHKP) PWM Sumbar.
Lembaga ini adalah unsur pembantu pimpinan yang fokus mengkaji, merespons dan mengadvokasi isu politik kebangsaan serta kebijakan publik berdasarkan nilai Islam berkemajuan.
“Bang Alex ini, merupakan salah seorang yang direkomendasikan PWM Sumbar di Pemilu 2024 berdasarkan rekomendasi LHKP yang dipimpin Buya Yosmeri. Alhamdulillah, Bang Alex terpilih dan sampai sekarang terus membersamai Muhammadiyah dalam mencapai tujuan perserikatan,” nilai Buya Bakhtiar. (*)
Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T
