Rahasia di Balik Buka Puasa: Inilah Alasan PDIP "Merah" dan Muhammadiyah "Putih" Bisa Bersatu

×

Rahasia di Balik Buka Puasa: Inilah Alasan PDIP "Merah" dan Muhammadiyah "Putih" Bisa Bersatu

Bagikan berita
Ketua PDI Perjuangan Sumatera Barat, Alex Indra Lukman sampaikan kata sumbutan dikegiatan buka bersama dan silaturahmi keluarga besar PDI Perjuangan, Ahad sore. (humas)
Ketua PDI Perjuangan Sumatera Barat, Alex Indra Lukman sampaikan kata sumbutan dikegiatan buka bersama dan silaturahmi keluarga besar PDI Perjuangan, Ahad sore. (humas)
DPC PJS Kota Bukittinggi

“Kehadiran Muhammadiyah bersama kami yang ‘merah-merah’ ini, merupakan sesuatu hal yang luar biasa. Jika bersama partai lainnya, itu sudah biasa,” ungkap Alex.

“Karena itu, secara pribadi dan selaku ketua PDI Perjuangan Sumatera Barat, saya bertekad untuk berkerjasama dan saling membesarkan bersama Muhammadiyah,” tambah Alex yang juga Ketua Panja Alih Fungsi Lahan Komisi IV DPR RI.

Dalam amanatnya, Alex meminta pengurus cabang, untuk mulai berkomunikasi dengan pengurus muhammadiyah di wilayahnya masing-masing dalam melanjutkan kiprah pengabdian ke masyarakat.

“Satu kursi DPR RI milik PDI Perjuangan ini, tak bisa lepas dari hasil rekomendasi PWM Sumbar. Pada kesempatan yang berharga ini, saya ucapkan terima kasih atas dukungan berupa rekomendasi yang telah diberikan pada Pemilu 2024,” tukas Alex.

Selain itu, Alex meminta pengurus cabang, untuk juga menjalin komunikasi dengan pengurus daerah muhammadiyah di daerahnya masing-masing.

“Kedepan, semua program kerakyatan itu akan dilakukan melalui partai. Sementara, bidang keagamaannya melalui Muhammadiyah. Memang, semuanya akan jadi perhatian kita, tentunya dimulai dari yang dekat dengan kita dulu,” tegas Alex

Di momen itu, Alex juga mengumumkan dua pengurus cabang yang terus berkegiatan atas nama partai dengan mengambil momentum bulan Ramadhan 1447 H/2026 M. Yakni, PDI Perjuangan Kabupaten Agam dan Kota Padang yang mengadakan kegiatan Daurah Tahfizh Al-Aqur’an.

Puasa dan Pentasyarufan Kebajikan

Sementara, dalam tausyiahnya, Buya Bakhtiar menukil tentang pentingnya berkomitmen dengan kebajikan, yang dikaitkan dengan asbabun nuzul (sejarah turunnya ayat) QS Al Baqarah: 177.

“Puasa Ramadhan itu ending-nya adalah menghantarkan kita sebagai orang bertakwa (QS Al Baqarah: 185). Puasa itu juga menegaskan, bahwa kesalehan ritual harus sejalan dengan kesalehan sosial. Artinya puasa mesti menjadikan setiap orang yang mencapai predikat takwa, mampu melakukan pentasyarufan kebajikan,” ungkap Buya Bakhtiar.

Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T
Bagikan

Berita Terkait
Terkini