Meski begitu, Rahmad menegaskan distribusi air menggunakan tangki bukan solusi jangka panjang. Pemerintah daerah, kata dia, tengah merencanakan pemulihan dan pembangunan kembali sistem Pamsimas.
“Distribusi tangki hanya sementara. Ke depan, kita fokus membangun Pamsimas supaya akses air bersih warga kembali normal seperti sebelum bencana,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga membangun sumur bor di sejumlah titik potensial. Hingga saat ini, sekitar tiga sumur bor telah berfungsi, masing-masing satu di kawasan pengungsian Kayu Pasak dan dua di Kecamatan Tanjung Raya.
Rahmad mengakui, kebutuhan ideal jumlah sumur bor di seluruh wilayah terdampak belum dihitung secara detail.“Yang kita bangun saat ini masih di titik-titik paling krusial,” katanya.
Di luar pemerintah, bantuan pembangunan sumur bor juga datang dari berbagai pihak, seperti Polri, NU, HKI, serta inisiatif warga bersama perantau. Namun kondisi geografis yang berbatu membuat penyediaan air bersih pascabencana di Kabupaten Agam masih menjadi tantangan besar. (*)
Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T